Iran Gelar Pemakaman Kenegaraan untuk Khamenei, Dihadiri Jutaan Pelayat

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:45 WIB
Iran Gelar Pemakaman Kenegaraan untuk Khamenei, Dihadiri Jutaan Pelayat

Iran memulai masa berkabung nasional dan serangkaian prosesi pemakaman bagi mantan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel lebih dari empat bulan lalu. Otoritas Iran menyebut momentum ini sebagai "pemakaman abad ini" dan memperkirakan 12 hingga 20 juta pelayat akan hadir.

Jenazah Khamenei disemayamkan di Mosalla Agung Teheran mulai Jumat (03/07), sebelum dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada Kamis (09/07) pekan depan. Upacara pemakaman kenegaraan digelar di Teheran pada Sabtu (04/07). Persiapan yang dilakukan disebut belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk penyediaan ribuan posko pelayanan, akomodasi untuk lebih dari satu juta pengunjung, dan pengalihan rute di pusat kota untuk mengendalikan massa.

Korps Mohammad Rasulollah, unit utama di bawah Korps Garda Revolusi Islam, diterjunkan untuk memimpin pengamanan. Slogan resmi pemakaman adalah "Kita harus bangkit", disandingkan dengan simbol kepalan tangan.

Rangkaian acara selama tujuh hari dimulai di Mosalla Agung Teheran, di mana pelayat dapat memberikan penghormatan hingga Minggu sore. Peti mati Khamenei ditempatkan di atas platform tinggi, dengan alur pergerakan massa dirancang agar pelayat dapat masuk dan keluar dalam 15–20 menit.

Prosesi ke Kota Suci

Pada Selasa, acara bergeser ke Qom, tempat seorang ulama senior Syiah memimpin salat jenazah di Jamkaran. Rabu, jenazah dibawa ke Najaf, Irak, untuk prosesi di makam Imam Ali, lalu ke Karbala, sebelum dipulangkan ke Iran. Pejabat Iran menyatakan agenda di Irak memenuhi permintaan berbagai kelompok di sana. Analis menilai langkah ini menegaskan pengaruh Khamenei di dunia Syiah dan memperlihatkan kedekatan Iran dengan kawasan.

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, yang berkunjung ke Baghdad untuk koordinasi, menyampaikan "arti penting simbolis" prosesi tersebut.

Khamenei dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza di Mashhad, pusat ziarah terpenting di Iran. Masa berkabung nasional berlangsung 40 hari, dengan peringatan hingga satu tahun kematiannya.

Momen Politik di Tengah Tantangan

Prosesi berlangsung saat Iran menghadapi tantangan politik dan sosial signifikan. Sebagian analis melihat upacara ini sebagai momentum bagi pemerintah untuk menunjukkan persatuan dan memperkuat narasi politik, serta menggalang dukungan bagi putra Khamenei, Mojtaba, yang disebut sebagai penerus. Namun, pengamat lain mengingatkan mobilisasi massa tidak otomatis menyelesaikan perpecahan yang lebih dalam.

Beberapa pertanyaan krusial masih belum terjawab, termasuk kehadiran Mojtaba dan saudara-saudaranya. Putra-putra Khamenei tidak terlihat publik sejak "Perang 12 Hari" tahun lalu. Kondisi kesehatan Mojtaba simpang siur setelah laporan beberapa anggota keluarga tewas dalam serangan 28 Februari 2026. Sekretaris Komite Penyelenggara, Ali Akbar Pourjamshidian, menyatakan keputusan kehadiran Mojtaba akan diumumkan oleh kantor panglima tertinggi dan kantor pemimpin tertinggi.

Teka-teki lain adalah siapa yang memimpin salat jenazah, peran dengan kedudukan religius dan politik signifikan. Kemunculan Mojtaba di publik dapat ditafsirkan sebagai sinyal kuat arah kepemimpinan masa depan Iran.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags