Iran melanjutkan prosesi pemakaman untuk mendiang pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan rudal Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Ribuan warga tetap hadir memberi penghormatan terakhir meskipun suhu di Teheran mencapai 40 derajat Celcius.
Khamenei meninggal di usia 86 tahun bersama sejumlah anggota keluarganya ketika rudal menghantam kompleks kediaman sekaligus kantornya di pusat Teheran. Prosesi pemakaman dimulai pada Sabtu (4/7/2026) pagi waktu setempat dan kini memasuki hari kedua, Minggu (5/7).
Jenazah Khamenei disemayamkan di Aula Besar Mosalla Teheran. Penyelenggara memasang alat penyemprot air di aula dan sukarelawan membagikan minuman dingin kepada para pelayat yang terus berdatangan. Ratusan orang telah berkumpul di luar tempat tersebut, beberapa menangis, sementara yang lain duduk sabar di trotoar.
Prosesi Berlangsung Enam Hari
Televisi pemerintah Iran melaporkan prosesi pemakaman akan berlangsung selama enam hari, termasuk rangkaian acara di Irak sebelum pemakaman. Ribuan pelayat membawa spanduk merah, simbol seruan balas dendam, berkumpul di halaman Grand Mosalla. Dinding kompleks dipenuhi potret besar Khamenei, bendera hitam tanda berkabung, dan bendera merah yang melambangkan kemartiran serta pembalasan.
Operasi keamanan besar-besaran dikerahkan di sekitar lokasi. Personel bersenjata dalam siaga tinggi, pemeriksaan ketat diterapkan untuk mendekati lokasi pemakaman, dan tidak ada kendaraan yang diizinkan dalam radius lebih dari satu kilometer.
Artikel Terkait
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dimulai, Qatar dan Saudi Kirim Delegasi
Iran Gelar Pemakaman Kenegaraan untuk Ali Khamenei, Jutaan Pelayat Diperkirakan Hadir
Iran Gelar Prosesi Pemakaman Enam Hari untuk Ayatollah Ali Khamenei
Lebih dari 10 Juta Orang Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran