Polda Kalimantan Tengah menemukan satu dari dua anggota polisi yang hilang saat menggerebek bandar narkoba di Desa Tumbang Kelemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kamis (2/7). Korban diketahui bernama Bripda Nopandri Ramadhana.
Jasad Bripda Nopandri ditemukan mengapung di sungai di desa setempat. Saat pertama kali ditemukan, tubuhnya tersangkut di antara ranting pohon.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bripda Nopandri. Almarhum gugur saat menjalankan tugas. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, dalam keterangannya, Minggu (5/7).
Sejauh ini sudah dua polisi yang tewas akibat diserang komplotan bandar narkoba. Anggota lain yang menjadi korban adalah Aipda Yudhie Perdana Putra.
Pencarian terhadap anggota polisi lain bernama Aiptu Sumaryanto masih terus dilakukan. Hingga hari ini, ia belum ditemukan.
Tim gabungan masih bekerja untuk mengungkap secara tuntas peristiwa tersebut. "Tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata Eko.
Artikel Terkait
Polisi Kalteng Beberkan Detik-Detik Tewasnya Tiga Anggota Satnarkoba Saat Penggerebekan Narkoba
Bareskrim Bantu Polda Kalteng Buru Jaringan Narkoba Penyerang Polisi
Tiga Polisi Gugur Digerebek Bandar Narkoba di Katingan
Polda Kalteng Gelar Turnamen E-Sport Perdana, Diikuti 42 Tim