Lebih dari 10 juta orang memadati jalanan Teheran pada pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu. Prosesi ini menjadi salah satu pemakaman terbesar di dunia, dengan perwakilan dari lebih dari 100 negara turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Khamenei, yang meninggal pada usia 86 tahun, gugur bersama beberapa anggota keluarganya, termasuk putri, menantu, dan cucunya, dalam serangan yang menandai dimulainya eskalasi perang terbuka antara AS-Israel dan Iran. Meski wafat pada 28 Februari 2026, pemakaman baru digelar beberapa bulan kemudian karena situasi keamanan yang tidak kondusif akibat konflik militer yang masih berkecamuk.
Pemerintah Iran membutuhkan waktu lama untuk mempersiapkan infrastruktur pengamanan guna mengantisipasi risiko serangan susulan atau insiden desak-desakan massa. Selain itu, rangkaian pemakaman baru diumumkan setelah adanya kemajuan diplomasi, termasuk nota kesepahaman antara Iran dan AS yang dimediasi oleh Pakistan untuk menghentikan permusuhan.
Delegasi asing yang hadir antara lain Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, serta delegasi besar dari Turki. Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi kehadiran perwakilan, tokoh agama, pejabat tinggi, dan kepala negara dari lebih dari 100 negara.
Artikel Terkait
Iran Gelar Pemakaman Kenegaraan untuk Ali Khamenei, Jutaan Pelayat Diperkirakan Hadir
Iran Gelar Prosesi Pemakaman Enam Hari untuk Ayatollah Ali Khamenei
Dubes RI di Iran Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Delegasi Hizbullah dan Hamas Hadiri Pemakaman Ali Khamenei di Teheran