Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras pemerintah Israel yang disebutnya "kecanduan perang" dan memperingatkan agar tidak dibiarkan kembali menjerumuskan kawasan ke dalam pertumpahan darah. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Istanbul, Sabtu (4/7/2026).
"Kita tidak boleh membiarkan pemerintah Israel yang kecanduan perang saat ini sekali lagi menenggelamkan wilayah kita dalam bau mesiu dan darah," kata Erdogan. Ia menegaskan bahwa Turki menginginkan iklim di mana semua orang di kawasan, tanpa memandang keyakinan, dapat hidup dalam damai dan aman.
Erdogan juga menekankan bahwa tidak ada solusi yang tidak didukung oleh kemauan dan kontribusi negara-negara regional yang dapat bersifat permanen. "Kami akan terus bekerja dalam solidaritas dengan negara-negara saudara, khususnya Pakistan, untuk memperkuat perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan kita," ujarnya.
Dalam pertemuan bilateral dan tingkat delegasi, kedua pemimpin membahas hubungan bilateral serta isu-isu regional dan global. Erdogan menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan bus di Provinsi Balochistan, Pakistan, yang menewaskan 40 orang pada Jumat lalu.
Erdogan menyambut baik ketenangan yang dijamin oleh Memorandum Islamabad, kesepakatan sementara antara Iran dan AS yang dimediasi Pakistan. Ia mengucapkan selamat kepada Sharif dan rakyat Pakistan atas peran utama mereka. "Kami secara khusus mendukung, dan terus mendukung, setiap langkah yang akan berkontribusi untuk mengurangi ketegangan di kawasan kita dan menyelesaikan masalah melalui diplomasi," katanya.
Namun, Erdogan memperingatkan bahwa Turki memantau dengan cermat upaya Israel untuk menyabotase perjanjian tersebut. Ia menuduh Tel Aviv terus menargetkan Lebanon dan Suriah, serta melakukan serangan "melanggar hukum dan tidak manusiawi" terhadap warga Palestina di Gaza.
Kerja Sama Bilateral
Di bidang hubungan bilateral, Erdogan mengatakan Ankara dan Islamabad terus menunjukkan solidaritas di setiap bidang. Kedua pemimpin membahas langkah-langkah untuk mengembangkan hubungan perdagangan dan investasi, dengan target volume perdagangan sebesar 5 miliar dolar AS.
Erdogan mengungkapkan bahwa kementerian perdagangan kedua negara sedang mengerjakan rencana zona ekonomi khusus untuk pengusaha Turki di Karachi, sementara pembicaraan mengenai perluasan cakupan perjanjian perdagangan preferensial terus berlanjut. Forum bisnis yang dihadiri Sharif sebelumnya diharapkan berkontribusi pada hubungan investasi dan perdagangan.
"Kami juga mendorong investor kami untuk lebih banyak beroperasi di Pakistan," kata Erdogan. Kerja sama industri pertahanan, yang menjadi elemen kunci hubungan ekonomi, terus maju dengan proyek-proyek baru. Turki percaya bahwa proyek-proyek yang diimplementasikan secara bertahap akan semakin memperkuat Pakistan.
"Kami ingin memperdalam kerja sama kami dengan Pakistan di bidang energi, transportasi, mineral penting, dan teknologi informasi. Hari ini, kami sekali lagi menegaskan tekad kami kepada perdana menteri," tambah Erdogan.
Artikel Terkait
Dokumen Intelijen Israel Ungkap Hamas Pulihkan Kemampuan Militer di Tengah Gencatan Senjata
Gencatan Senjata Hizbullah-Israel Mulai Berlaku, Ratusan Ribu Pengungsi Lebanon Pulang
Faksi Perlawanan Palestina Serukan Persatuan dan Tingkatkan Konfrontasi di Tepi Barat
AS Khawatir Israel Rencanakan Pembunuhan Pejabat Iran Saat Perundingan Damai