Iran Gelar Prosesi Pemakaman Enam Hari untuk Ayatollah Ali Khamenei

- Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05 WIB
Iran Gelar Prosesi Pemakaman Enam Hari untuk Ayatollah Ali Khamenei

Iran resmi memulai prosesi pemakaman untuk mendiang pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang akan berlangsung selama enam hari. Khamenei tewas di usia 86 tahun bersama sejumlah anggota keluarganya dalam serangan rudal Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari yang menghantam kompleks kediaman sekaligus kantornya di pusat Teheran.

Prosesi pemakaman tokoh yang selama 37 tahun menjadi simpul Republik Islam itu dimulai pada Sabtu pagi waktu setempat. Jenazah Khamenei akan disemayamkan siang dan malam hingga Senin mendatang di dalam kompleks Grand Mosalla. Masyarakat umum diberi kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir dalam seremoni perpisahan yang dijadwalkan pada Sabtu dan Minggu di Teheran. Para polisi anti huru hara berjaga di sekitar lokasi.

Tangisan Pelayat Iringi Pemakaman

Untuk pertama kalinya peti jenazah Ali Khamenei ditampilkan di depan publik setelah almarhum meninggal dunia akibat serangan udara AS dan Israel pada akhir Februari lalu. Tangisan para pelayat mengiringi prosesi tersebut. Kemunculan pertama peti jenazah Khamenei di depan umum terjadi pada Kamis waktu setempat, saat peti jenazahnya ditempatkan di samping husseiniyeh di Grand Mosalla.

Acara pra-pemakaman digelar untuk keluarga anggota angkatan bersenjata dan staf kantor Pemimpin Tertinggi Iran, di mana para pelayat untuk pertama kalinya melihat peti jenazah Khamenei. Foto-foto yang dirilis media Iran memperlihatkan para pelayat menangis dan meneriakkan slogan keagamaan saat peti jenazah Khamenei dibawa ke lokasi acara.

Juru bicara untuk panitia seremoni pemakaman Khamenei, Iman Attarzadeh, mengatakan bahwa acara tersebut menjadi kesempatan pertama bagi keluarga-keluarga terpilih dari mereka yang gugur dalam konflik untuk memberikan penghormatan terakhir. Acara pra-pemakaman ini sebagian besar terbatas pada pelayat yang diundang dan bukan untuk masyarakat umum, meskipun televisi pemerintah Iran menyiarkan rekaman acara tersebut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags