Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi pada Minggu pagi, 5 Juli 2026, pukul 07.04 WITA. Berdasarkan laporan Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu teramati mencapai ±1.400 meter atau 1,4 kilometer di atas puncak.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sekitar 1 menit 14 detik.
Hingga saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Level III atau Siaga. PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan pemerintah daerah setempat.
Masyarakat di sekitar gunung serta pengunjung atau wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Warga juga diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak mempercayai isu yang tidak jelas sumbernya.
Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Daerah yang perlu diwaspadai meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Bagi warga yang terdampak hujan abu, disarankan memakai masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik. Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, serta dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
Artikel Terkait
Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau, PVMBG: Itu Hasil AI
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 4 Kilometer
Gunung Merapi Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer
Anak Krakatau Kembali Bergolak, PVMBG Catat Peningkatan Aktivitas Magmatik