Dosen UGM Diancam dan Jadi Korban Doxing Usai Komentari Mutasi Pegawai di Kementerian PU

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:00 WIB
Dosen UGM Diancam dan Jadi Korban Doxing Usai Komentari Mutasi Pegawai di Kementerian PU

Seorang dosen hukum ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada, Nabiyla Risfa Izzati, menjadi sasaran ancaman dan intimidasi setelah mengomentari dugaan mutasi pegawai di Kementerian Pekerjaan Umum. Mutasi itu disebut-sebut terkait dengan bocornya dokumen perjalanan dinas Menteri PU Dody Hanggodo ke New York saat Piala Dunia 2026.

Dalam unggahan di media sosial X, Nabiyla menulis, "PTUN-in aja sih pejabat dzalim kayak gini. Greget banget gweh 😡." Komentar tersebut kemudian memicu reaksi dari pihak tak dikenal.

Pada Kamis (16/7/2026) pukul 14.23 WIB, ia menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal. Pesan itu berisi ancaman, intimidasi, dan doxing pengungkapan data pribadi lengkap dengan koordinat lokasi melalui Google Maps. Pengirim meminta Nabiyla menghapus unggahannya dengan alasan menimbulkan kegaduhan.

Nabiyla menegaskan bahwa ini adalah pertama kalinya ia mendapat ancaman semacam itu. Bersama kuasa hukum, ia telah melayangkan somasi kepada pemilik nomor tersebut, namun hingga kini belum ada tanggapan. Untuk sementara, ia belum melaporkan kasus ini ke kepolisian dan menunggu hasil somasi terlebih dahulu.

Kasus ini menambah daftar panjang fenomena doxing dan ancaman digital terhadap akademisi serta masyarakat sipil yang menyuarakan kritik di ruang publik.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags