Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,3 mengguncang wilayah barat daya Tapachula, Meksiko, pada Jumat (17/7/2026) pukul 21.48 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di Indonesia.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa terletak di laut pada koordinat 14,62 derajat Lintang Utara dan 92,78 derajat Bujur Barat, tepatnya 59 kilometer barat daya Tapachula dengan kedalaman 30 kilometer. Gempa ini tergolong dangkal akibat aktivitas subduksi dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan resmi, Sabtu (18/7/2026).
Hingga pukul 22.37 WIB, BMKG mencatat satu gempa susulan berkekuatan M6,0. Wijayanto mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," tuturnya.
Artikel Terkait
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko Selatan, Picu Peringatan Tsunami
Gempa M7,3 Guncang Meksiko, BMKG Pastikan Tak Berdampak ke Indonesia
Gempa M 7,3 Guncang Meksiko Selatan dan Amerika Tengah
Korban Gempa Kembar Venezuela Tembus 4.700 Jiwa