Rasa mengantuk berat, lemas, atau sulit konsentrasi setelah makan kerap dianggap wajar. Namun, kondisi itu ternyata bisa menjadi sinyal lonjakan gula darah yang perlu diwaspadai karena berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa kenaikan gula darah setelah makan sebenarnya respons normal tubuh. Akan tetapi, bila kadarnya melonjak terlalu tinggi dan terjadi berulang, hal itu tidak boleh dianggap sepele.
"Habis makan, gula darah naik itu normal kok. Tapi kalau naiknya tajam dan sering, ini gak sepele. Di penelitian populasi besar, kadar gula dua jam setelah makan yang tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit jantung bahkan pada orang yang belum kena diabetes. Bukan nakut-nakutin ya, cuma biar kita sadar," ujarnya.
Menurut dr Cecep, salah satu tanda yang muncul saat gula darah melonjak adalah tubuh cepat lelah, mengantuk berat, hingga kehilangan fokus setelah makan. Lonjakan yang terjadi berulang membuat tubuh bekerja lebih keras mengatur kadar glukosa. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan metabolisme dan penyakit kardiovaskular.
Untuk mengendalikan lonjakan gula darah, dr Cecep menyarankan agar tidak langsung duduk diam atau berbaring setelah makan. Menggerakkan tubuh dapat membantu otot menyerap glukosa sebagai sumber energi.
"Kuncinya di otot. Pas otot berkontraksi, dia narik glukosa (gula darah) masuk ke sel lewat jalur yang gak butuh insulin. Jadi gerak ringan aja udah bikin gulanya kepake," katanya.
Ia membagikan beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan. Pertama, hindari duduk terlalu lama atau rebahan setelah makan. Sebisa mungkin tetap berdiri atau melakukan gerakan ringan agar otot tetap aktif. Kedua, berjalan kaki santai selama sekitar 10 menit setelah makan dapat membantu tubuh menggunakan kelebihan gula dalam darah. Ketiga, bagi yang harus duduk bekerja, dr Cecep menyarankan gerakan soleus push-up atau jinjit berulang tekan ujung kaki ke lantai lalu angkat tumit secara berkala.
"Sekitar 60 kali per menit, selama duduk. Tekan ujung kaki ke lantai dulu, baru tumit naik," ujarnya.
Menurut dr Cecep, kebiasaan bergerak singkat setelah makan juga didukung penelitian terhadap 70 orang dewasa sehat dengan berat badan normal. Hasilnya menunjukkan aktivitas ringan yang dilakukan secara berkala setelah makan dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut bukan pengganti pengobatan maupun pola hidup sehat secara menyeluruh.
"Ini bukan pengganti obat atau gaya hidup sehat ya. Kalau kamu punya kondisi medis tertentu, tetap konsultasikan dulu dengan doktermu," katanya.