Pertamina dan Pelita Air Buka Ruang Pemasaran bagi UMKM di Ketinggian 35.000 Kaki

- Jumat, 24 Juli 2026 | 14:18 WIB
Pertamina dan Pelita Air Buka Ruang Pemasaran bagi UMKM di Ketinggian 35.000 Kaki

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini memiliki kanal pemasaran baru yang tak biasa: di dalam pesawat terbang. Lewat program PAS Sky Shop, PT Pertamina (Persero) dan PT Pelita Air Service menghadirkan layanan belanja di atas pesawat yang memungkinkan produk-produk UMKM binaan diperkenalkan kepada ribuan penumpang Pelita Air di ketinggian lebih dari 35.000 kaki.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menekankan peran strategis UMKM dalam perekonomian nasional. Menurutnya, sektor ini menjadi pilar utama pembangunan ekonomi kerakyatan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Sebagai BUMN, Pertamina berkomitmen penuh melakukan pembinaan dan pemberdayaan UMKM sebagai implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan serta mendukung pencapaian Asta Cita Presiden, khususnya poin ke-3 terkait Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas dan Pengembangan Kewirausahaan," ujar Arya usai penandatanganan nota kesepahaman di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 23 Juli lalu.

Kolaborasi ini, lanjut Arya, merupakan bentuk komitmen Pertamina Grup untuk menyediakan ekosistem yang mendukung UMKM agar dapat terlibat dalam proses bisnis korporasi. "Pertamina berharap dapat membantu para pengusaha lokal untuk semakin berdaya saing dan tumbuh berkembang secara berkelanjutan menjadi entrepreneur yang tangguh, mandiri, dan kreatif," tambahnya.

Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi, menyatakan bahwa inisiatif ini lahir dari kecintaan terhadap produk asli Indonesia. Sinergi Pelita Air dan Pertamina, menurutnya, menghubungkan pembinaan UMKM dengan akses pasar sehingga pertumbuhan bisnis berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi nasional. "Kecintaan kepada Indonesia harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat berkelanjutan. Kami meyakini Pelita Air adalah saluran pemasaran yang tepat bagi UMKM binaan Pertamina untuk dikenal lebih jauh oleh masyarakat," jelas Faik.

Salah satu UMKM yang bergabung adalah Bali Ayu Nature, produsen produk perawatan tubuh asal Bali. Founder-nya, Komang Yatik, mengaku bangga karena produknya kini bisa dipasarkan kepada penumpang Pelita Air. "Saya sangat bangga mendapat kesempatan ikut dalam program ini. Produk kami sekarang bisa terbang lebih tinggi bersama Pelita Air. Semoga ke depan tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga hingga pasar internasional," ungkapnya.

Komang menambahkan, sejak menjadi binaan Pertamina, usahanya memperoleh pendampingan berupa pelatihan, promosi, pameran, hingga business matching yang mempertemukannya langsung dengan calon pembeli. "Perkembangan usaha kami sangat terasa. Selain bisnis semakin maju, kami juga bisa membuka lapangan pekerjaan. Saat ini sekitar 90 persen tenaga kerja kami adalah ibu rumah tangga, sehingga program ini juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar," katanya.

Pelaku UMKM lainnya, Rosilawati, pendiri Uwaisgen asal Klungkung, Bali, juga merasakan manfaat serupa. Melalui PAS Sky Shop, produk tas berbahan kain tenun tradisional Bali buatannya kini tersedia di dalam penerbangan Pelita Air. "Bangga sekali karena karya kami bisa diapresiasi dan dibawa terbang ke berbagai daerah. Program ini juga berdampak pada para pengrajin tenun tradisional yang sebagian besar adalah perempuan, sekaligus membuka lapangan kerja baru," ujarnya.

Sementara itu, founder Adabina Scarves, Heni Danasworo, menghadirkan koleksi hijab dan mukena eksklusif yang hanya dapat diperoleh di dalam penerbangan Pelita Air. Produk tersebut dirancang khusus dengan mengusung tema Nusantara melalui motif batik bernuansa lembut. "Saya benar-benar tidak menyangka produk kami bisa lolos kurasi dan dijual di dalam pesawat. Kami mendesain khusus hanya untuk Pelita Air, sehingga pelanggan tidak bisa mendapatkannya di toko online maupun offline kami. Semoga produk ini diterima dengan baik oleh para penumpang dan semakin meningkatkan penjualan UMKM lokal," tutup Heni.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags