GKB-NU Serukan Sikap Kritis tapi Konstitusional Demi Jaga Stabilitas Nasional

- Kamis, 11 Juni 2026 | 22:30 WIB
GKB-NU Serukan Sikap Kritis tapi Konstitusional Demi Jaga Stabilitas Nasional

Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa bersikap kritis terhadap berbagai narasi politik yang berkembang, namun tetap berpegang teguh pada koridor konstitusi dan kepentingan nasional demi menjaga stabilitas negara. Seruan ini muncul sebagai respons terhadap isu adanya gelombang protes besar-besaran yang dinilai dapat mengganggu fokus pemerintah dalam menjalankan agenda pro rakyat.

Inisiator GKB-NU, Hery Haryanto Azumi, menyampaikan pernyataan tersebut di Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Ia menekankan bahwa dalam kurun waktu kurang dari dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo, sejumlah kebijakan strategis telah diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, kedaulatan energi, hilirisasi sumber daya alam, serta peningkatan nilai tambah ekonomi nasional. Menurutnya, kebijakan-kebijakan ini secara objektif menyentuh kepentingan ekonomi yang sangat besar bagi rakyat.

“Pemerintah saat ini terus mendorong hilirisasi industri dan penguatan penguasaan negara terhadap rantai produksi sumber daya strategis. Tujuannya agar manfaat ekonomi lebih banyak dinikmati oleh rakyat Indonesia,” ujar Hery.

Ia juga mengutip pernyataan Presiden Prabowo yang berulang kali menegaskan pentingnya pengolahan sumber daya alam di dalam negeri sebagai fondasi kedaulatan bangsa. GKB-NU menilai berbagai program penguatan ketahanan pangan, kemandirian energi, dan hilirisasi merupakan agenda jangka panjang yang membutuhkan stabilitas politik dan dukungan dari seluruh elemen bangsa.

Di sisi lain, GKB-NU mengingatkan agar setiap kritik maupun gerakan politik tetap berada dalam koridor konstitusi dan demokrasi. Tuduhan serta mobilisasi opini publik, menurut organisasi ini, harus didasarkan pada fakta dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar spekulasi atau propaganda yang dapat memicu perpecahan.

“Kami tidak ingin bangsa ini terjebak pada polarisasi yang berkepanjangan. Yang dibutuhkan saat ini adalah pengawasan yang konstruktif, kritik yang objektif, serta dukungan terhadap program-program yang terbukti bertujuan memperkuat kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi nasional,” tegas Hery.

Pihaknya pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan nasional serta mengawal setiap kebijakan pemerintah secara kritis namun proporsional. Dalam situasi geopolitik dan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, stabilitas nasional menjadi modal penting untuk memastikan agenda pembangunan dan kesejahteraan rakyat dapat berjalan secara berkelanjutan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar