Pendapatan PSSI Tembus Rp722 Miliar, Erick Thohir: Kini Lebih Mandiri

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 01:53 WIB
Pendapatan PSSI Tembus Rp722 Miliar, Erick Thohir: Kini Lebih Mandiri

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa pendapatan federasi pada tahun lalu mencapai sekitar Rp722 miliar. Capaian ini disebutnya sebagai bukti bahwa PSSI semakin mandiri secara finansial, dengan mayoritas pemasukan berasal dari sektor komersial, bukan dari anggaran negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick usai memimpin Kongres Biasa PSSI 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026). Ia menegaskan bahwa besarnya pendapatan tersebut tidak berarti PSSI menolak dukungan pemerintah, melainkan justru menunjukkan kemampuan organisasi dalam mengelola potensi ekonominya sendiri.

"Di sisi lain, PSSI juga bersyukur karena pendapatan organisasi tahun ini, berdasarkan hasil audit, mencapai sekitar Rp722 miliar. Persepsinya jangan sampai keliru. Bukan berarti kami tidak membutuhkan dukungan pemerintah," kata Erick.

Menurutnya, dukungan pemerintah tetap diperlukan, terutama dalam penyediaan fasilitas untuk pengembangan sepak bola nasional. "Tadi Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah tetap akan mendukung dari sisi fasilitas," ujarnya.

Dari total pendapatan Rp722 miliar tersebut, hanya sekitar Rp63 miliar yang bersumber dari APBN. Sisanya diperoleh dari sponsor, penjualan merchandise, tiket pertandingan, hingga hak siar televisi. "Namun, kami bangga karena dari total Rp722 miliar tersebut, hanya sekitar Rp63 miliar yang berasal dari APBN. Sisanya merupakan hasil kerja keras PSSI melalui sponsor, merchandise, penjualan tiket, dan hak siar televisi. Artinya, PSSI sudah cukup mandiri sebagai organisasi olahraga," katanya.

Tak hanya PSSI, Erick juga menyoroti pertumbuhan industri sepak bola nasional melalui peningkatan pendapatan kompetisi liga. Ia menyebut pendapatan liga per musim kini telah mencapai Rp705 miliar. "Kalau kita lihat, pendapatan liga per musim sekarang sudah mencapai Rp705 miliar. Ini perkembangan yang sangat baik. Klub-klub Liga 1 maupun Liga 2 kini mendapatkan pemasukan yang jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun lalu," ujarnya.

Erick menilai kondisi keuangan yang semakin sehat di tingkat pusat harus diikuti penguatan pembinaan di daerah. Karena itu, Kongres Biasa PSSI 2026 menekankan peran asosiasi provinsi (Asprov) sebagai fondasi utama pengembangan sepak bola nasional. Menurut Erick, ke depan pengelolaan berbagai kompetisi daerah akan diberikan kepada Asprov sehingga mereka memiliki sumber pendanaan sendiri untuk menjalankan pembinaan.

"Nantinya kompetisi daerah akan dikelola langsung oleh Asprov PSSI. Semua pendapatan dari kompetisi tersebut akan menjadi milik Asprov, bukan PSSI Pusat, karena kami merasa di tingkat pusat sudah cukup mandiri," kata Erick.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags