KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Muatan 181 Kendaraan dan 232 Penumpang

- Senin, 03 Agustus 2026 | 06:00 WIB
KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Muatan 181 Kendaraan dan 232 Penumpang

Kebakaran yang melanda KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu, 2 Agustus 2026, menyita perhatian publik. Kapal rute Surabaya-Makassar itu terbakar saat mengangkut 232 penumpang dan 181 kendaraan, mayoritas berupa truk logistik antarpulau.

Data manifes yang dirilis kepolisian menunjukkan komposisi muatan didominasi 103 truk besar dan 31 tronton. Selain itu, terdapat enam truk sedang, 25 mobil kecil, 15 sepeda motor, dan satu alat berat. Dari sisi penumpang, 219 orang adalah sopir dan kernet kendaraan barang, sementara 13 lainnya penumpang dewasa.

Komposisi tersebut menegaskan bahwa KM Mutiara Sentosa 2 bukan sekadar kapal penumpang reguler, melainkan juga tulang punggung distribusi barang dari Jawa Timur menuju Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur. Insiden ini pun langsung memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan komoditas di jalur laut yang padat itu.

Sorotan lain mengarah pada usia kapal. Berdasarkan data pelacakan VesselFinder, KM Mutiara Sentosa 2 adalah kapal Passenger/Ro-Ro Cargo Ship yang dibangun pada 1992, dengan panjang 160 meter dan lebar 25 meter. Kapal ini sempat tercatat dengan nama Golden Bird 5 sebelum berganti menjadi Mutiara Sentosa II.

Sorotan Pengawasan Kapal Tua

Di luar penyebab kebakaran yang masih diselidiki, kasus ini kembali membuka perdebatan tentang pengawasan berkala armada Ro-Ro berusia tua yang mengangkut penumpang sekaligus logistik berat. Jalur seperti Surabaya-Makassar membuat kapal jenis ini bekerja pada dua fungsi penting: mobilitas orang dan kelancaran rantai pasok antarwilayah.

Sementara itu, operasi penyelamatan tetap menjadi fokus utama. Sejumlah kapal di sekitar lokasi lebih dulu membantu evakuasi sebelum armada SAR besar tiba di titik kejadian. Hingga Senin pagi, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan.

Namun, dari data manifes dan profil kapal yang beredar, insiden ini telah membuka kembali pertanyaan soal kesiapan pengawasan keselamatan untuk kapal-kapal tua yang memikul beban besar di jalur logistik antarpulau.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags