Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:20 WIB
Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Program bedah rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat yang merupakan kolaborasi Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mulai berjalan di Sumenep, Jawa Timur. Sebagai langkah awal, dilakukan verifikasi lapangan untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi.

Kabupaten Sumenep yang berada di Pulau Madura mendapat kuota 50 titik. Dari jumlah tersebut, delapan di antaranya sudah lolos verifikasi. Koordinator program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kabupaten Sumenep, Agung Candra, mengatakan proses renovasi kemungkinan dimulai bulan depan, menunggu surat keputusan penetapan.

Pernyataan itu disampaikan saat verifikasi faktual bersama Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib, Tenaga Ahli Menteri Ahmad Rifai, Kasubag TU Dayamas Ronny Khalisadi Suryanegara, Penyuluh Sosial pada Direktorat PSKMR Andi Rian Julian Asmar, serta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Verifikasi faktual pada hari itu menyasar tiga titik, yaitu rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat, Susanti, di Dusun Pasar Kayu RT 1 RW 1 Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, serta rumah Indri Novianti dan Ika Triani di Desa Panggarangan, Kecamatan Kota Sumenep.

Kepada Susanti, Ishaq Zubaedi Raqib berpesan untuk bersyukur karena terpilih menjadi penerima manfaat program bedah rumah. "Ini segera kita proses, di Sekolah Rakyat tak hanya anaknya disekolahkan tapi orangtuanya juga diberdayakan," ujarnya.

Ibu empat anak tersebut mengamini seraya menjelaskan keluarganya juga menerima bansos PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE). "Dapat berupa barang freezer, untuk jualan es keliling di pasar malam," kata Susanti.

Sementara di rumah Indri Novianti dan Ika Triani, Ishaq Zubaedi Raqib berpesan kepada tim PKP agar renovasi menyesuaikan kebutuhan penerima manfaat yang menjalankan usaha laundry. "Sesuaikan profil rumahnya dengan usahanya, tempat laundry di mana segala macam," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Ishaq Zubaedi Raqib juga berpesan kepada jajaran Kemensos untuk memberikan bantuan pemberdayaan kepada penerima manfaat agar secepatnya mandiri.

Secara nasional, pemerintah melalui program 3 juta rumah untuk rakyat menargetkan renovasi 10 ribu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat melalui program BSPS. Program ini merupakan sinergi Kemensos dan Kementerian PKP untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem dengan membedah rumah keluarga siswa Sekolah Rakyat agar lebih layak huni.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags