Laba BWPT Naik 16% Jadi Rp215 Miliar pada Semester I-2026

- Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30 WIB
Laba BWPT Naik 16% Jadi Rp215 Miliar pada Semester I-2026

PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) membukukan laba bersih Rp215 miliar pada Semester I-2026, meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif ini ditopang oleh pendapatan yang naik 17 persen menjadi Rp3,26 triliun, serta penguatan operasional dan efisiensi biaya.

Perseroan juga melunasi seluruh pokok dan bagi hasil Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 Seri A secara penuh dan tepat waktu menggunakan kas internal. Dengan pelunasan tersebut, BWPT tidak memiliki surat utang yang jatuh tempo pada Semester II-2026, sehingga memberikan ruang lebih besar untuk memperkuat bisnis.

Direktur Utama BWPT Henderi Djunaidi menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari strategi membangun perusahaan yang kuat dari sisi operasional, keuangan, dan keberlanjutan. "Kami meyakini bahwa pertumbuhan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui fondasi keuangan yang kuat, operasional yang semakin efisien, serta tata kelola yang bertanggung jawab. Pelunasan sukuk ini menjadi salah satu bukti komitmen perseroan dalam menjaga kepercayaan investor," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (2/8/2026).

Untuk menjaga pertumbuhan, BWPT menjalankan transformasi dengan tiga fokus utama: peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional, penguatan fondasi keuangan, serta integrasi aspek keberlanjutan dalam strategi bisnis. Dari sisi operasional, perseroan memperluas kapasitas pengolahan melalui penyelesaian mill extension dan pembangunan Kernel Crushing Plant (KCP) yang diharapkan menambah lini bisnis baru dan meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit.

BWPT juga mengembangkan Biogas Power Plant di Kalimantan Tengah sebagai upaya mengoptimalkan limbah menjadi energi terbarukan. Selain itu, perseroan menjalankan program new planting, pengembangan kemitraan Plasma Mandiri, persiapan replanting, serta penerapan sistem digital dan mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas.

Komitmen terhadap keberlanjutan diperkuat dengan kepemilikan sertifikasi RSPO, ISPO, dan EUDR sebagai bentuk penerapan praktik perkebunan yang bertanggung jawab. Di pasar modal, BWPT tercatat sebagai konstituen sejumlah indeks berbasis keberlanjutan, seperti Indeks SRI-KEHATI, ESGSKEHATI, dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

Henderi menegaskan bahwa seluruh pencapaian tersebut menunjukkan transformasi yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada kinerja saat ini, tetapi juga penciptaan nilai jangka panjang. "Kami tidak hanya berfokus pada pencapaian kinerja hari ini, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk masa depan. Penguatan operasional, implementasi teknologi, disiplin keuangan, dan kepemimpinan di bidang ESG menjadi satu kesatuan strategi yang akan membawa BWPT tumbuh secara berkelanjutan," kata Henderi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags