PSIS Semarang tidak ingin berlama-lama terpuruk di kasta kedua sepak bola Indonesia. Setelah melalui musim yang mengecewangkan dan harus berkompetisi di Liga 2 musim 2026/2027, Mahesa Jenar mulai menunjukkan geliat serius untuk segera bangkit. Di bawah asuhan pelatih Widodo C Putro, tim kebanggaan Kota Lumpia ini bergerak agresif meramu kekuatan baru, dan satu nama mulai mencuri perhatian lebih dari yang lain: Syahrian Abimanyu.
Gelandang yang pernah menjadi pilar penting Tim Nasional Indonesia itu dikabarkan selangkah lagi berseragam PSIS Semarang. Jika transfer ini benar-benar terealisasi, maka langkah tersebut bukan sekadar menambah amunisi pemain. Ini adalah pernyataan ambisi, sebuah sinyal bahwa PSIS tengah membangun tim dengan target yang gamblang: juara Liga 2 dan kembali ke panggung utama sepak bola nasional.
Nama Syahrian Abimanyu memiliki tempat tersendiri dalam sepak bola Indonesia. Sejak usia muda, pemain kelahiran Banjarnegara, Jawa Tengah, itu telah digadang-gadang sebagai salah satu gelandang terbaik generasinya. Kariernya berkembang melalui jalur yang tidak lazim dilalui pemain Indonesia, dengan menimba ilmu di sejumlah akademi bergengsi seperti Real Betis Academy, Jakarta Football Academy, hingga akademi Levante di Spanyol. Pengalaman tersebut membentuk karakter permainannya yang khas: visi bermain yang baik, kemampuan mengatur tempo pertandingan, serta kecerdasan membaca ruang.
Fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan utama Abimanyu. Sebagai gelandang tengah, ia mampu menjadi penghubung antarlini. Saat berperan sebagai gelandang bertahan, ia sanggup menjaga keseimbangan permainan. Ketika dibutuhkan bermain lebih ofensif, ia juga memiliki kemampuan menciptakan peluang dari lini kedua. Bagi Widodo C Putro, pemain dengan profil seperti Abimanyu bisa menjadi fondasi utama dalam membangun identitas permainan PSIS musim depan, terutama karena Mahesa Jenar membutuhkan sosok berpengalaman yang mampu memimpin permainan di tengah tekanan kompetisi Liga 2 yang keras dan penuh kejutan.
Meski usianya baru menginjak 27 tahun, pengalaman Abimanyu terbilang sangat kaya. Karier profesionalnya dimulai bersama Sriwijaya FC sebelum kemudian berkembang di Madura United. Namanya semakin dikenal ketika mendapat kesempatan berkarier di luar negeri bersama klub raksasa Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT). Meski tidak mendapat banyak menit bermain, pengalaman berada di lingkungan klub elite Asia Tenggara menjadi pelajaran berharga. Petualangan internasionalnya berlanjut saat bergabung dengan Newcastle Jets di Australia, di mana wawasan taktik dan mentalitas kompetitifnya semakin matang.
Sekembalinya ke Indonesia, Abimanyu memperkuat Persija Jakarta dalam periode yang cukup panjang. Bersama Macan Kemayoran, ia tampil dalam puluhan pertandingan dan menjadi salah satu gelandang lokal yang konsisten mendapatkan kepercayaan pelatih. Musim lalu ia membela Persik Kediri. Meski tidak selalu menjadi pilihan utama, kualitasnya sebagai pemain berpengalaman tetap tidak diragukan.
Jika PSIS berhasil mendapatkan tanda tangannya, mereka akan memperoleh lebih dari sekadar pemain baru. Mereka mendapatkan seorang pemimpin yang pernah merasakan atmosfer kompetisi internasional, membela Timnas Indonesia dari kelompok usia hingga level senior, dan memahami bagaimana menghadapi tekanan di pertandingan-pertandingan penting. Rekam jejaknya bersama Timnas Indonesia menjadi bukti kualitas tersebut. Abimanyu pernah menjadi bagian dari generasi yang membawa Indonesia mencapai final Piala AFF 2020 serta meraih medali perak SEA Games 2019. Pengalaman seperti itu tentu sangat berharga bagi PSIS yang tengah berupaya membangun kembali mental juara.
Menariknya, transfer ini juga memiliki dimensi emosional tersendiri. Abimanyu merupakan putra daerah Jawa Tengah, lahir di Banjarnegara dan tumbuh sebagai salah satu talenta terbaik yang pernah dimiliki provinsi tersebut. Kepindahannya ke Semarang bisa menjadi semacam “pulang kampung” dalam perjalanan karier profesionalnya. Kehadirannya bukan hanya memperkuat PSIS di atas lapangan, tetapi juga berpotensi membangun kedekatan emosional dengan suporter Mahesa Jenar. Di tengah persaingan ketat Liga 2, faktor semacam itu sering kali menjadi pembeda.
Namun, pekerjaan PSIS belum selesai. Mendatangkan Abimanyu hanyalah satu bagian dari proyek yang sedang dibangun Widodo C Putro. Masih ada kebutuhan untuk memperkuat beberapa sektor lain agar tim benar-benar siap bersaing sepanjang musim. Meski demikian, jika transfer ini benar-benar rampung, PSIS sudah mengirimkan pesan yang cukup jelas kepada para pesaing. Mahesa Jenar tidak sedang membangun tim untuk sekadar menjadi peserta Liga 2, melainkan untuk menjadi juara. Jika Syahrian Abimanyu benar-benar mendarat di Kota Semarang, ia berpotensi menjadi salah satu figur sentral dalam upaya membawa PSIS kembali ke tempat yang mereka yakini sebagai habitat sesungguhnya: kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Artikel Terkait
Shin Tae-yong Mulai Garap Persija, Piala Presiden 2026 Jadi Uji Coba Perdana
Thailand Hancurkan Kamboja 4-0, Lolos ke Final Piala AFF U-19 2026
Kepulangan Darije Kalezic ke PSM Makassar Batal Transfer Victor Dethan ke Persija
Timnas Indonesia U-19 Tantang Australia di Semifinal Piala AFF U-19 2026