Sirine peringatan banjir di Kota Bekasi kembali berbunyi pada Senin malam, 4 Mei 2026, setelah tinggi muka air (TMA) Kali Bekasi mencapai status siaga 2. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mengambil langkah ini sebagai respons cepat terhadap kenaikan debit air yang terus meningkat sejak sore hari.
Pelaksana Tugas Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Wisnu, menjelaskan bahwa lonjakan TMA di Kali Bekasi disebabkan oleh pertemuan arus dari Hulu Cikeas dan Hulu Cileungsi. Hingga pukul 21.30 WIB, tinggi muka air di titik pemantauan P2C tercatat mencapai 630 sentimeter, jauh melampaui batas normal.
“Peringatan sirine banjir sudah kita bunyikan, karena terpantau ada kenaikan TMA di titik pantau kita di P2C pukul 21.30 WIB, TMA P2C di angka 630 cm,” ujar Wisnu saat dikonfirmasi pada malam yang sama.
Peringatan dini ini ditujukan kepada masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran Kali Bekasi, terutama di tiga kecamatan yang dinilai paling rawan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Jatiasih, Bekasi Timur, dan Bekasi Utara. Wisnu menambahkan, imbauan agar warga meningkatkan kewaspadaan telah disebarkan melalui berbagai saluran komunikasi.
Sementara itu, genangan air sudah mulai dilaporkan di sejumlah titik. Salah satunya di wilayah Gang Semar, Bekasi Timur, di mana ketinggian air mencapai 10 hingga 30 sentimeter. BPBD terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau warga untuk segera mengamankan barang berharga serta bersiap menghadapi kemungkinan evakuasi jika kondisi semakin memburuk.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Judi Online Skala Besar di Batam, Dua Tersangka Kelola Lebih dari 200 Ribu Akun
Penundaan 11 Jam Sriwijaya Air SJ-581, Penumpang Mengeluhkan Minimnya Kompensasi dan Komunikasi
PSM Makassar Kalahkan Bhayangkara 2-1, Modal Penting Jauhi Zona Degradasi Liga 1
40 Ormas Islam Laporkan Grace Natalie, Ade Armando, dan Abu Janda ke Bareskrim atas Dugaan Ujaran Kebencian Terkait Video Jusuf Kalla