Suasana liburan Tahun Baru Imlek di China tengah mendadak berubah duka. Rabu (18/2) kemarin, sebuah ledakan keras mengguncang toko kembang api di kota Zhengji, provinsi Hubei. Akibatnya, dua belas orang meregang nyawa.
Padahal, hari itu seharusnya masih hari kedua perayaan. Menyalakan petasan dan kembang api memang sudah jadi tradisi turun-temurun saat Imlek, yang tahun ini jatuh pada Selasa (17/2). Suara gemuruh dan warna-warni di langit dianggap mengusir nasib buruk dan menyambut keberuntungan.
Namun begitu, tradisi ini belakangan menuai kontroversi. Banyak kota besar seperti Beijing sudah melarangnya, salah satunya karena alasan polusi udara yang kian mengkhawatirkan. Larangan itu tampaknya belum sepenuhnya efektif. Di kota-kota kecil dan pelosok desa, dentuman petasan masih bisa terdengar berhari-hari lamanya, memenuhi udara dengan bau mesiu dan sisa kertas terbang.
Laporan resmi dari stasiun televisi pemerintah CCTV, yang mengutip otoritas setempat, menggambarkan kronologi singkatnya.
Artikel Terkait
Banjir dan Longsor Landa Tujuh Titik di Jembrana, Ratusan Rumah Terendam
Persib Bandung Kokoh di Puncak Klasemen Usai Kalahkan Semen Padang 2-0
Pengendara Motor Tewas Tertindas Truk Trailer di RE Martadinata
Gunung Dukono Erupsi, Status Waspada Berlaku dan Warga Tobelo Diimbau Waspada Hujan Abu