Saepul (26), pelaku pembunuhan dan mutilasi pria berinisial K (51) di sebuah kontrakan di Depok, Jawa Barat, ternyata pernah mengikuti ajang pencarian bakat di salah satu stasiun televisi. Sebelumnya, ia dikenal sebagai pedagang pisang cokelat (piscok) di Stasiun Pondok Cina.
Saepul membunuh K yang dikenalnya melalui aplikasi komunitas penyuka sesama jenis di kontrakannya di Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026. Setelah membunuh, ia memutilasi jasad korban dan membuang potongan kaki ke Kali Licin, Depok. Jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam karung dan dibiarkan di tanah kosong sejak 24 Juli 2026. Warga sekitar tidak menyangka karung itu berisi jenazah manusia hingga akhirnya pada Selasa, 4 Agustus, mereka membakarnya karena mengira isinya sampah.
Pernah Ikut Ajang Pencarian Bakat
Dalam rekaman video yang viral, Saepul tampak mengikuti program pencarian bakat di televisi. Saat itu, ia mengaku ingin membantu meringankan beban ibunya yang berjualan sayur di pasar. Pernyataannya membuat penonton terharu.
Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendara, membenarkan bahwa Saepul pernah mengikuti ajang tersebut. "Betul, itu dia. Ada di akun TikTok dia juga," ujarnya, Jumat (7/8).
Dimitri juga mengungkapkan bahwa Saepul sempat menjadi tenaga pengajar di sebuah SMP di Pandeglang, Banten. Karena itu, ia melarikan diri ke Pandeglang setelah melakukan aksinya. "Menurut pengakuan tersangka, sempat jadi guru matematika di sekolah SMP di Pandeglang, Banten, tetapi sudah tidak," imbuhnya.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Motif Mutilasi di Depok: Pelaku Pernah Jadi Tukang Daging
Polisi Sisir Kali Licin Cari Potongan Kaki Korban Mutilasi
Korban Mutilasi di Depok Dikenal Aktif di Lingkungan, Sempat Hilang Sejak 23 Juli
Pelaku Mutilasi di Jaksel Terancam Hukuman Mati