Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang (YHI PP) memutuskan memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama sepekan, mulai 10 hingga 14 Agustus 2026. Langkah ini diambil menyusul penemuan 995 senjata di lingkungan Sekolah Islam Harapan Ibu, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sambil menunggu proses sterilisasi oleh kepolisian.
Keputusan tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026). Pengacara YHI PP, Hermawanto, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil demi menjamin keamanan dan keselamatan peserta didik selama pemeriksaan masih berlangsung.
"Jadi selama satu minggu ke depan, hari Senin sampai hari Jumat tanggal 10 sampai tanggal 14 Agustus sekolah dilaksanakan dengan cara PJJ atau daring. Itu keputusan demi kepentingan terbaik anak, demi kepentingan terbaik peserta didik," ujar Hermawanto.
Menurutnya, yayasan telah berkomunikasi dengan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan agar sterilisasi segera dilakukan di seluruh area sekolah. Hal ini dinilai penting karena masih ada ruangan yang tertutup dan berada dalam status garis polisi, sehingga isi di dalamnya belum diketahui pihak yayasan.
"Untuk memastikan keamanan dan keselamatan peserta didik di sekolah. Kenapa? Karena masih ada ruangan yang tertutup, masih ada ruangan yang ter-police line yang kami tidak tahu di dalam isinya apa," kata dia.
Pengacara yayasan lainnya, Alvon Kurnia Palma, menyebut PJJ merupakan langkah sementara untuk memastikan siswa dapat belajar dengan aman di tengah proses penanganan kasus. "Untuk menjamin keamanan bagi anak-anak sementara waktu sekolah itu di PJJ atau pendidikan jarak jauh. Apa tujuannya? Lebih kepada memastikan anak-anak itu belajar secara aman," tuturnya.
Alvon juga mendorong aparat kepolisian segera melakukan sterilisasi menyeluruh terhadap area sekolah guna memberikan kepastian keamanan bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan. "Kami sangat mendorong agar aparat kepolisian itu untuk segera bisa melakukan sterilisasi kepada tempat-tempat yang mungkin kami tidak ketahui," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum lainnya, Anissa E F Ismail, mengungkapkan bahwa yayasan mewakili kepentingan ratusan siswa dan tenaga pendidik yang terdampak situasi tersebut. "Ada 720 manusia yang kepentingannya sedang kami wakilkan. Itu ada 580 murid, lebih dari setengahnya anak SD. Ada juga 140 guru dan tenaga didik yang selama ini ternyata keselamatannya terancam," kata Anissa.
Yayasan berharap, setelah proses sterilisasi selesai, para siswa, orang tua, guru, dan tenaga kependidikan dapat kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan rasa aman. "Semoga setelah proses sterilisasi yang insyaallah dilakukan minggu depan para orang tua murid, para guru dan tenaga didik bisa kembali ke sekolah dengan perasaan yang lebih aman dan tenang," ujarnya.
Sebelumnya, polisi membuka bunker yang berada di salah satu ruangan Sekolah Islam Harapan Ibu. Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, mengungkapkan dari dalam bunker tersebut ditemukan narkotika dan laras senjata saat pemeriksaan lanjutan pada 5 Agustus 2026.
Selain itu, yayasan juga melaporkan temuan 995 senjata, narkoba, dan puluhan CD porno di salah satu ruangan sekolah yang aksesnya baru dapat dibuka setelah pergantian kepengurusan yayasan. Ratusan senapan angin tersebut diketahui masuk melalui PT Lokta Karya Perbakin (LKP). Polisi menyebut mantan Ketua Yayasan berinisial IWD berkaitan dengan proses impor tersebut.
Sementara itu, PT Lokta Karya Perbakin menyatakan 995 senjata api dan airsoft gun yang ditemukan di sekolah tersebut merupakan senjata legal. Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, mengatakan senjata itu dipersiapkan untuk kebutuhan ekstrakurikuler menembak dan panahan yang telah direncanakan sejak 2021.
Artikel Terkait
996 Senjata Ditemukan di Sekolah, Pembelajaran Daring Diberlakukan
Sengketa Kepengurusan Yayasan Bongkar Temuan 995 Senjata di Sekolah
Sekolah Islam Harapan Ibu Buka PPDB 2026/2027, Tawarkan Beasiswa hingga 80 Persen