Wanda Hamidah Kritik Kemenhan RI yang Dinilai Endorse Perusahaan Militer Israel

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:40 WIB
Wanda Hamidah Kritik Kemenhan RI yang Dinilai Endorse Perusahaan Militer Israel

Aktris dan aktivis kemanusiaan Indonesia, Wanda Hamidah, kembali menyuarakan kritiknya terhadap pemerintah. Kali ini, ia menyoroti unggahan akun media sosial Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI yang dinilainya meng-endorse perusahaan militer Israel, Elbit Systems. Kritik itu disampaikan Wanda di tengah partisipasinya dalam misi kemanusiaan global untuk menembus blokade laut Israel di Jalur Gaza.

Dalam video yang diunggah di akun Instagramnya, Wanda menyebut Indonesia perlahan-lahan menuju normalisasi dengan Israel. Ia juga menyayangkan sikap Kemenhan yang justru mempromosikan perusahaan yang memproduksi alat perang yang digunakan untuk menyerang Palestina.

"Capek-capek rakyatnya sibuk boikot, Menhannya malah endorse perusahaan teroris Israel Elbit System," ujarnya.

Kritik Wanda merujuk pada postingan akun X @Kemhan_RI pada 25 Juli 2026 yang menampilkan tiga foto saat perwakilan Kemenhan menghadiri Farnborough International Airshow 2026 di Inggris Raya pada 20–24 Juli 2026. Salah satu foto memperlihatkan latar belakang stand Elbit Systems Ltd, perusahaan teknologi militer dan kontraktor pertahanan swasta terbesar yang berbasis di Haifa, Israel.

Elbit Systems, yang didirikan pada 1966, memproduksi berbagai alat pertahanan seperti pesawat tanpa awak (drone), amunisi, sistem artileri, teknologi siber, dan peralatan elektronik militer. Kehadiran perusahaan ini di pameran kedirgantaraan internasional itu menjadi sorotan karena kontroversi keterlibatannya dalam konflik Israel-Palestina.

Setelah banyak netizen protes, foto tersebut akhirnya dihapus oleh akun @Kemhan_RI dan diunggah ulang dengan hanya menampilkan dua foto tanpa Elbit Systems. Namun, netizen sudah sempat mengabadikan tangkapan layar postingan yang dihapus itu.

Wanda Hamidah dikenal aktif menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Dalam rangkaian pernyataannya, ia mempertanyakan kebijakan pemerintah Indonesia yang menurutnya tidak konsisten dengan sikap politik Indonesia terhadap Palestina. Ia menyerukan agar hubungan dengan Israel tidak diperkuat, terutama di tengah upaya boikot internasional terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan Israel.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags