Mahalini Sukses Gelar Konser Perdana di Kuala Lumpur, Tandai Babak Baru Usai Hiatus

- Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00 WIB
Mahalini Sukses Gelar Konser Perdana di Kuala Lumpur, Tandai Babak Baru Usai Hiatus

Konser KOMA Live in Concert yang digelar di Kuala Lumpur pada 2 Mei 2026 menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier penyanyi Mahalini, menandai kembalinya ia ke panggung setelah masa hiatus yang disambut hangat oleh ribuan penggemar.

Bertempat di Idea Live Arena, 3 Damansara, sekitar 5.000 penonton yang akrab disapa Mylinz telah memenuhi venue sejak siang hari. Antusiasme mereka terasa konsisten dari awal hingga akhir pertunjukan, menciptakan atmosfer yang penuh energi dan emosi.

Konser ini memiliki makna khusus karena menjadi debut internasional bagi promotor Antara Suara. CEO Antara Suara, Andri Verraning Ayu, menekankan bahwa acara ini dirancang bukan sekadar hiburan, melainkan sebagai ruang emosional yang menghubungkan musisi dengan pendengarnya. Dari konsep hingga produksi, terlihat jelas upaya untuk menghadirkan pengalaman yang lebih personal dan berkesan.

"Sejak awal kami menyambut kembalinya Mahalini dengan penuh antusias. Bagi kami, ini bukan sekadar konser, tetapi sebuah momen penting yang menandai perjalanan baru seorang musisi sekaligus ruang pertemuan emosional antara Mahalini dan para penggemarnya. Gelaran di Malaysia ini merupakan debut Antara Suara di panggung internasional. Karena itu, kami berupaya secara maksimal mulai dari konsep, produksi, hingga detail pengalaman. Sehingga, kita dapat menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga bermakna," kata Ayu.

"Melihat bagaimana para penggemar hadir dengan begitu tulus, menyanyikan setiap lagu, dan merayakan momen ini bersama, menjadi kebahagiaan yang sulit digambarkan. Antusiasme ini tidak hanya menjadi apresiasi atas karya Mahalini, tetapi juga pengingat bagi kami bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyatukan, menguatkan, dan menghadirkan rasa pulang bagi banyak orang. Itu yang ingin terus kami jaga dan hadirkan dalam setiap konser," lanjutnya.

Dari sisi musikal, konser dibuka dengan kemegahan sebelum Mahalini langsung membawakan deretan lagu emosional seperti "Mati-Matian" dan "Lupakan Cinta". Sejak awal, energi penonton sudah tinggi dan terus terjaga sepanjang pertunjukan.

Salah satu kekuatan konser ini terletak pada kolaborasi antarmusisi. Kehadiran Afgan memberi kejutan lewat lagu "Biar Begini", sementara Krisdayanti membawa nuansa berbeda dengan lagu "Cobalah Untuk Setia" dan "Melawan Restu".

Di sisi lain, momen yang lebih intim hadir saat Mahalini berduet dengan Sal Priadi membawakan "Bohongi Hati". Suasana reflektif panggung kembali naik lewat "Kisah Sempurna" dan duet "Bermuara" bersama Rizky Febian. Kemudian, energi berubah menjadi lebih liar dan enerjik saat "Pecahkan Hatiku" dan "Sialan" dibawakan bersama Uan Kaisar.

Ada pula segmen yang terasa lebih santai dan personal, yaitu "Big Family", di mana Sule dan keluarga ikut meramaikan acara. Bagian ini memberi warna berbeda, lebih hangat, dan terasa seperti perayaan kecil di tengah konser besar.

Menuju akhir, Mahalini membawa penonton ke titik emosional tertinggi lewat lagu "Untuk Yang Bersamanya" dan "Sisa Rasa". Lagu-lagu ini memang telah memiliki tempat khusus di hati penggemar, dan di panggung malam itu, dampaknya terasa berlipat. Encore "Rindu Kurindu" kemudian menjadi penutup yang pas tidak terlalu meledak, tetapi meninggalkan kesan mendalam.

Konser ini bukan sekadar sukses dari jumlah penonton atau kemegahan produksi. Yang lebih terasa adalah koneksi antara Mahalini dan audiensnya. Ada rasa pulang yang berulang kali disebut dan itu tercermin sepanjang acara. Bagi Antara Suara, ini menjadi langkah awal untuk memperluas panggung ke level internasional. Sementara bagi Mahalini, konser ini menandai babak baru untuk kembali dengan karya, energi, dan kedekatan yang mungkin justru lebih kuat dari sebelumnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar