Sopir Ekspedisi Siram Air Kerbau ke Sembilan Pekerja Konveksi di Tasikmalaya, Enam Luka Berat

- Selasa, 05 Mei 2026 | 02:10 WIB
Sopir Ekspedisi Siram Air Kerbau ke Sembilan Pekerja Konveksi di Tasikmalaya, Enam Luka Berat

Seorang sopir ekspedisi menyiramkan air keras kepada sembilan pegawai konveksi di Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin malam, 4 Mei 2026. Akibat serangan mendadak itu, enam di antaranya mengalami luka bakar serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Pelaku tiba di lokasi dengan mengenakan helm dan jas hujan, sambil membawa botol plastik berisi cairan kimia. Tanpa banyak bicara, ia langsung berteriak dan menyiramkan air keras ke arah para pekerja yang sedang berada di tempat produksi.

“Si pelaku datang sudah langsung teriak-teriak, dia pakai helm, pakai jas hujan. Sudah bawa botol warna putih,” ujar Abdul Holik, salah satu korban yang tengah menjalani perawatan di RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya.

Holik menuturkan, saat kejadian dirinya sedang membereskan area rumah produksi. Pelaku, menurutnya, menyerang secara acak tanpa memandang siapa pun yang ada di hadapannya. Suasana panik dan kacau pun tak terhindarkan.

Tak berselang lama, aparat kepolisian tiba di tempat kejadian dan langsung mengamankan pelaku. Polisi juga sigap mengevakuasi para korban ke RSUD dr Soekardjo dan Puskesmas Cibeureum untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Selain itu, tim identifikasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Kasus ini langsung ditangani Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Cuma yang jelas yang melakukan penyiraman air keras itu seorang kurir yang suka nganter-nganterin barang,” kata Soni, seorang petugas kepolisian yang menangani perkara tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, motif di balik aksi nekat pelaku masih dalam penyelidikan. Polisi belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai latar belakang atau kemungkinan adanya hubungan antara pelaku dengan para korban. Enam korban luka berat masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar