Mendag Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Picu Kelangkaan dan Kenaikan Harga Pangan

- Kamis, 19 Februari 2026 | 02:45 WIB
Mendag Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Picu Kelangkaan dan Kenaikan Harga Pangan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan ternyata memicu dinamika tersendiri di lapangan. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengaku sedang mencermati peningkatan permintaan pasokan pangan, yang kini mengalir deras ke petani dan para pelaku usaha. Namun begitu, dia justru menepis kekhawatiran yang beredar.

Mendag Sebut Program MBG Tak Picu Kenaikan dan Kelangkaan Stok Pangan (FOTO:iNews Media Group)

Isu soal harga yang melonjak dan stok pangan khususnya ayam potong yang menipis di kalangan pedagang, seolah menjadi momok sejak MBG bergulir. Budi Santoso pun angkat bicara. Menurutnya, sebelum program ini ada, grafik permintaan pangan justru cenderung lesu. Trennya menurun.

"Justru sekarang ketika permintaan itu grafiknya naik," ujar Budi di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Dia menjelaskan, dengan adanya kepastian permintaan, produksi bisa mengikuti. Alhasil, harga malah cenderung stabil. "Apakah banyak permintaan terus tiba-tiba harga melonjak karena MBG, kan tidak ada," tambahnya.

Klaimnya ini bukan tanpa dasar. Budi mengaku mendapat kepastian kondisi pasar langsung dari para pelaku usaha. Menurut mereka, hubungan antara permintaan dan penawaran selama MBG berjalan tidak sampai mengganggu stok, apalagi menggoyahkan kestabilan harga.

"Semua harga kan bagus juga ya karena memang kami bertemu teman-teman termasuk UMKM," katanya.

Dia melanjutkan, situasi ini justru dinilai positif. "Ini justru bagus karena produksinya terus meningkat dan pasti karena permintaan menjadi pasti. Kalau dulu permintaan naik turun kan tergantung pasar," papar Budi.

Di sisi lain, data terbaru menunjukkan fluktuasi harga di tingkat konsumen. Berdasarkan tabel harga Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional BI per Selasa (17/2/2026), harga daging ayam ras segar tercatat naik Rp1.400 menjadi Rp42.600 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras segar juga mengalami kenaikan Rp400, menjadi Rp32.250 per kilogram.

(kunthi fahmar sandy)

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar