MURIANETWORK.COM - Arus lalu lintas di empat gerbang tol utama menuju dan dari wilayah Jabodetabek meningkat signifikan selama libur Tahun Baru Imlek 2026. Data dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat, sebanyak 1,62 juta lebih kendaraan melintas dalam periode lima hari, dari 13 hingga 17 Februari 2026. Angka ini menunjukkan kenaikan lebih dari 12 persen dibandingkan volume lalu lintas pada hari-hari biasa.
Puncak Arus Mudik dan Distribusi Arah
Gelombang mudik atau arus keluar dari Jabodetabek mencapai puncaknya pada hari pertama liburan, Sabtu, 13 Februari 2026. Secara total, tercatat 816.725 kendaraan meninggalkan wilayah metropolitan menuju berbagai tujuan. Arah timur, yang meliputi jalur Trans Jawa dan Bandung, menjadi favorit dengan lonjakan tertinggi mencapai 24,27 persen. Sementara itu, arus menuju arah barat (Merak) justru mengalami penurunan tipis dibandingkan hari normal.
Gelombang Balik dan Kondisi Lalu Lintas
Sebaliknya, puncak arus balik terjadi pada hari terakhir libur, Selasa, 17 Februari 2026. Sebanyak 806.894 kendaraan tercatat kembali memasuki wilayah Jabodetabek. Mirip dengan arus mudik, kenaikan tertinggi terjadi dari arah timur, diikuti oleh arah selatan (Puncak) dan barat. Meski volume kendaraan sangat padat, kondisi lalu lintas secara umum dilaporkan tetap terkendali.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, dalam keterangannya menyampaikan bahwa situasi berjalan lancar. "Alhamdulillah, seiring berakhirnya libur Tahun Baru Imlek 2026, pergerakan kendaraan di seluruh ruas tol Jasa Marga Group dapat terlayani dengan baik, lancar, dan terkendali," ungkapnya.
Sinergi Menjaga Kelancaran
Keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik ini tidak lepas dari koordinasi intensif di lapangan. Rivan menekankan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci utama.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada para pengguna jalan atas kerja sama dan kepatuhannya selama periode libur. Sinergi yang solid bersama pihak Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, serta seluruh pemangku kepentingan dan petugas di lapangan menjadi kunci dalam menjaga kelancaran mobilitas dan keselamatan perjalanan masyarakat," jelasnya.
Dengan demikian, periode libur panjang Imlek 2026 berhasil dilalui dengan peningkatan mobilitas yang signifikan, namun tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.
Artikel Terkait
Menteri Seskab Soroti Dugaan Penebangan Hutan Pemicu Banjir Bandang Guci Tegal
Jadwal Imsak Bekasi Hari Ini, 19 Maret 2026, Pukul 04.31 WIB
Mensesneg Ajak Publik Tak Perdebatkan Perbedaan Awal Ramadan
Ramadan Akan Dijalani Dua Kali dalam Setahun Masehi pada 2030