PBNU Imbau Masyarakat Perhatikan Adab dan Toleransi Saat Membangunkan Sahur

- Kamis, 19 Februari 2026 | 04:20 WIB
PBNU Imbau Masyarakat Perhatikan Adab dan Toleransi Saat Membangunkan Sahur

MURIANETWORK.COM - Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) mengimbau masyarakat untuk menjaga toleransi dan adab dalam tradisi membangunkan sahur selama Ramadan 1447 Hijriah. Peringatan ini disampaikan menyusul dimulainya bulan suci, di mana tradisi membangunkan sahur kerap dilakukan di berbagai daerah. Gus Fahrur menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar agar ibadah puasa berjalan khusyuk tanpa mengganggu ketenangan orang lain.

Imbauan Menjaga Adab dan Toleransi

Gus Fahrur menegaskan bahwa meski membangunkan sahur merupakan amalan yang baik, pelaksanaannya harus penuh pertimbangan. Ia mengingatkan agar aktivitas ini tidak justru menimbulkan gangguan, terutama di tengah masyarakat yang majemuk. Nuansa kehati-hatian ini, menurutnya, merupakan bagian dari penerapan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin dalam kehidupan sehari-hari.

“Membangunkan sahur adalah amalan baik, namun pelaksanaannya harus memperhatikan adab agar tidak mengganggu orang lain,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (19/2/2026).

Perhatikan Waktu dan Volume Suara

Secara lebih rinci, Gus Fahrur memberikan dua poin perhatian utama. Pertama, mengenai waktu membangunkan sahur yang tidak boleh terlalu dini sehingga mengorbankan waktu istirahat warga. Kedua, tentang penggunaan volume suara yang wajar dan cara penyampaian yang santun.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar