Saham PART Cetak Auto Reject, Melonjak 34% Jadi Top Gainer

- Rabu, 18 Februari 2026 | 13:15 WIB
Saham PART Cetak Auto Reject, Melonjak 34% Jadi Top Gainer

MURIANETWORK.COM - Saham PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) mencatatkan kinerja luar biasa pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, dengan ditutup auto reject atas di level Rp180 per saham. Kenaikan tajam sebesar 34,33 persen itu menempatkan emiten ini di puncak daftar top gainer harian. Pergerakan ini didukung nilai transaksi yang mencapai Rp36,64 miliar, mencerminkan minat pasar yang tinggi terhadap saham perusahaan manufaktur komponen ini.

Profil Bisnis dan Jejak Industri

PART tercatat di Bursa Efek Indonesia pada papan pengembangan, bergerak di sektor barang konsumen nonprimer. Inti bisnis perusahaan berfokus pada manufaktur komponen suku cadang untuk tiga industri utama: otomotif, elektronik, dan sanitasi. Cakupan usaha yang beragam ini memberikan gambaran tentang posisi strategis perusahaan dalam rantai pasok industri manufaktur.

Perjalanan bisnisnya berawal dari skala rumahan pada 2007, dengan hanya mengandalkan empat karyawan. Baru dua tahun kemudian, tepatnya 2009, perusahaan secara resmi berdiri. Tonggak penting terjadi pada 2011 ketika PART menjalin kemitraan strategis dengan grup Astra, yang kemudian dilanjutkan dengan memproduksi komponen untuk Toyota pada 2016.

Ekspansi dan Portofolio Klien

Ekspansi terus berlanjut. Pada 2018, perusahaan memperluas sayap ke sektor elektronik dengan menjadi pemasok komponen untuk Panasonic. Dalam beberapa tahun terakhir, PART semakin mengukuhkan kapasitas produksinya dengan mendirikan pabrik-pabrik baru di kawasan industri Bekasi dan Tangerang. Kini, perusahaan didukung fasilitas workshop yang lengkap, lini produk, dan peralatan pengukuran yang mumpuni.

Portofolio kliennya pun semakin mengilap, mencakup nama-nama besar seperti TOTO, Hitachi, Ihara, Astra Otoparts, Isuzu, dan Alva. Daftar klien ternama ini menunjukkan tingkat kepercayaan industri terhadap kualitas produk yang dihasilkan.

Struktur Kepemilikan Saham

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar