BEI Pindahkan GOTO dan BELI ke Papan Pengembangan, 26 Saham Naik Kelas ke Papan Utama

- Rabu, 27 Mei 2026 | 14:20 WIB
BEI Pindahkan GOTO dan BELI ke Papan Pengembangan, 26 Saham Naik Kelas ke Papan Utama

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan perombakan klasifikasi sejumlah saham emiten yang tercatat di papan bursa, sebuah keputusan yang diambil berdasarkan hasil penilaian berkala otoritas bursa. Perubahan papan pencatatan ini mencakup perpindahan dari papan pengembangan ke papan utama, dari papan utama ke papan pengembangan, serta dari papan ekonomi baru ke papan pengembangan.

Direktur Penilaian Perusahaan I BEI, Vera Florida, menyampaikan pengumuman tersebut pada Selasa, 26 Mei 2026. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa perombakan ini merupakan bagian dari evaluasi rutin terhadap kinerja dan profil risiko masing-masing emiten. Salah satu perubahan yang menonjol adalah pemindahan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) dari papan ekonomi baru ke papan pengembangan.

Papan ekonomi baru sendiri diluncurkan pada akhir tahun 2022 dan setara dengan papan utama. Kategori ini dirancang khusus sebagai bentuk dukungan BEI terhadap perkembangan emiten di sektor teknologi dan ekonomi digital. Selain itu, papan ekonomi baru juga mengakomodasi skema Saham Dengan Hak Suara Multipel (SHSM) sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 22 Tahun 2021.

Sebelumnya, terdapat tiga saham yang tercatat di papan ekonomi baru. Selain GOTO dan BELI, satu emiten lainnya adalah PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Dengan keputusan ini, dua dari tiga saham tersebut resmi dipindahkan ke papan pengembangan.

Di sisi lain, BEI juga menetapkan sebanyak 26 saham yang "naik kelas" dari papan pengembangan ke papan utama. Beberapa di antaranya adalah PT Akasha Wira International Tbk (ADES), PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG), PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Kenaikan kelas ini menandakan bahwa emiten-emiten tersebut dinilai telah memiliki rekam jejak dan nilai pasar yang mapan.

Namun, tidak semua emiten mengalami peningkatan status. Sebanyak 16 saham justru "turun kelas" dari papan utama ke papan pengembangan. Beberapa di antaranya adalah PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), PT GTS Internasional Tbk (GTSI), PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Perpindahan ini mencerminkan perubahan profil risiko atau kinerja yang dinilai belum stabil.

Seluruh perpindahan papan pencatatan tersebut berlaku efektif pada 29 Mei 2026. Perbedaan mendasar antara emiten di papan utama dan papan pengembangan terletak pada rekam jejak, nilai pasar, serta tingkat risiko. Perusahaan di papan utama umumnya memiliki ukuran nilai pasar yang besar serta bisnis yang mapan, stabil, dan kuat. Sementara itu, emiten di papan pengembangan biasanya merupakan perusahaan yang masih dalam tahap berkembang, melakukan ekspansi, dan memiliki risiko yang lebih tinggi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar