Ledakan Petasan di Balon Udara Blitar Tewaskan Pemuda, Lukai Dua Anak

- Kamis, 28 Mei 2026 | 02:00 WIB
Ledakan Petasan di Balon Udara Blitar Tewaskan Pemuda, Lukai Dua Anak

Ledakan petasan saat penerbangan balon udara di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, merenggut nyawa seorang pemuda dan melukai dua anak-anak. Peristiwa nahas itu terjadi di area persawahan Dusun Tekik, Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, pada Rabu, 27 Mei 2026, sekitar pukul 06.30 WIB.

Korban tewas diketahui seorang pria berinisial I, berusia 23 tahun. Ia meninggal setelah mengalami luka parah akibat ledakan yang terjadi saat dirinya bersama sejumlah teman tengah menerbangkan balon udara. Menurut keterangan yang dihimpun, balon tersebut dipasangi puluhan petasan rakitan di bagian ekornya.

Saat beberapa petasan mulai dinyalakan, salah satunya tidak meledak. Korban I kemudian mendekati petasan tersebut dengan maksud mengambilnya. Namun nahas, saat ia berada sangat dekat, petasan itu tiba-tiba meledak dengan keras. Ledakan tersebut mengakibatkan tangan kanan korban putus hingga bagian siku.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Meskipun mendapat penanganan medis, nyawanya tidak tertolong. Jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga.

Selain satu korban jiwa, ledakan itu juga melukai dua orang lainnya. Seorang anak berinisial ADR, 12 tahun, mengalami luka lecet pada jari tangan kiri dan dagu. Sementara korban lain berinisial D menderita luka bakar di jari tangan kiri dan wajah. Keduanya saat ini dalam kondisi sadar dan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Petugas dari Polres Blitar yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti. Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, menyatakan bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan.

“Korban luka saat ini dalam kondisi sadar dan masih mendapatkan perawatan medis. Sedangkan kasus ledakan petasan ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” ujarnya.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak bermain petasan berdaya ledak tinggi. Selain itu, warga diminta agar tidak menerbangkan balon udara yang dipasangi bahan peledak karena risiko kecelakaan fatal yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags