Pengamen Waria di Solo Ditangkap Satpol PP Usai Tampar Pengunjung Warung karena Tak Diberi Uang

- Rabu, 27 Mei 2026 | 22:25 WIB
Pengamen Waria di Solo Ditangkap Satpol PP Usai Tampar Pengunjung Warung karena Tak Diberi Uang

Seorang pengamen waria berinisial SD, yang akrab disapa Manohara (45), harus berurusan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo setelah diduga menampar kepala seorang pengunjung wanita di sebuah warung nasi Padang. Peristiwa itu terjadi di kawasan Singosaren, dan pemicunya sederhana namun memicu reaksi keras: pelaku merasa kesal karena tidak diberi uang saat mengamen.

Aksi kekerasan tersebut viral di media sosial setelah korban menceritakan pengalamannya. Dalam unggahan yang beredar luas, korban mengaku ditabok oleh Manohara saat tengah duduk menikmati hidangan di rumah makan. Kejadian itu berlangsung pada Selasa (26/5) malam, ketika pelaku menghampiri meja korban dan mulai meminta-minta dengan cara bernyanyi.

Kepala Satpol PP Kota Solo, Didik Anggono, menjelaskan kronologi kejadian secara lebih rinci. Menurutnya, pelaku mulai memaki-maki setelah permintaannya tidak dipenuhi oleh salah satu pelanggan wanita di warung tersebut. Emosi yang tidak terkendali kemudian berujung pada tindakan fisik. “Dia ngamen nggak dikasih sama salah satu pelanggan di situ. Kemudian dia misuh-misuh. Pengamennya ini lalu nabok kepala orang itu kenceng gitu,” ujar Didik saat dikonfirmasi.

Korban yang merasa terancam dan ketakutan segera melaporkan kejadian itu melalui call center Satpol PP Kota Solo. Tidak butuh waktu lama, petugas langsung bergerak cepat melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi yang biasa menjadi tempat mangkal pelaku. Upaya pengejaran akhirnya membuahkan hasil di kawasan belakang Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Jebres, Solo, tempat Manohara ditemukan dan diamankan.

Sementara itu, pihak Satpol PP masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait motif dan kondisi psikologis pelaku. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pengendalian emosi di ruang publik, sekaligus menyoroti perlunya penanganan yang lebih humanis terhadap kelompok marjinal yang kerap berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar