BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sembilan Wilayah Jawa Tengah hingga Kamis Pagi

- Kamis, 28 Mei 2026 | 02:45 WIB
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sembilan Wilayah Jawa Tengah hingga Kamis Pagi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sembilan wilayah di Jawa Tengah hingga Kamis pagi, 28 Mei 2026. Fenomena ini diprediksi terkonsentrasi di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

"Waspadai bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem di sembilan daerah di Jawa Tengah, terutama pada malam hingga dini hari," ujar Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Agus Triyono, Rabu malam, 27 Mei 2026. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul analisis terkini terhadap dinamika atmosfer yang menunjukkan peningkatan aktivitas awan hujan di wilayah tersebut.

Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca pada Rabu malam hingga Kamis dini hari umumnya akan berawan. Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tetap berpeluang mengguyur sebagian wilayah Jawa Tengah secara tidak merata. Daerah yang masuk dalam daftar potensi cuaca ekstrem meliputi Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Karanganyar, Temanggung, Kajen, Pekalongan, dan Tegal. Sementara itu, wilayah lain di Jawa Tengah diprediksi hanya mengalami hujan ringan hingga sedang.

Agus menjelaskan, angin bertiup dari arah timur laut ke barat daya dengan kecepatan berkisar antara tiga hingga dua puluh kilometer per jam. Suhu udara diperkirakan berada pada rentang 14 hingga 30 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban mencapai 75 hingga 95 persen. Ia secara khusus mengimbau warga yang bermukim di lereng perbukitan dan daerah aliran sungai (DAS) untuk waspada terhadap potensi longsor dan banjir bandang.

Di sisi lain, ancaman gelombang tinggi juga masih membayangi kawasan perairan di Jawa Tengah. Gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter dilaporkan masih berlangsung di perairan selatan, sementara di perairan utara ketinggian gelombang mencapai satu hingga 1,25 meter. Kondisi ini diperparah dengan fenomena air laut pasang yang terjadi sejak pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, yang telah mengakibatkan banjir rob di sejumlah daerah di Pantura, seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Jepara, dan Pati.

"Gelombang tinggi yang masih berlangsung di perairan selatan Jawa Tengah berisiko terhadap aktivitas pelayaran, seperti kapal nelayan, tongkang, maupun angkutan barang dan orang, terutama saat kecepatan angin di atas 15 knot," jelas Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Wahyu Sri Mulyani. Ia menambahkan, kondisi laut yang tidak bersahabat ini perlu diantisipasi secara serius oleh para pelaku transportasi laut.

Sementara itu, banjir rob akibat pasang air laut di perairan utara dinilai cukup mengganggu aktivitas warga. Wahyu menyebutkan, genangan air tidak hanya menghambat transportasi, tetapi juga mempersulit proses bongkar muat barang di pelabuhan serta mengancam budidaya perikanan darat dan lahan garam milik petani. Masyarakat di wilayah pesisir pun diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG guna mengantisipasi dampak yang lebih luas.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar