Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi penyerap utama hasil panen petani. Koperasi ini dirancang untuk melindungi petani dari fluktuasi harga dengan membeli hasil bumi saat harga pasar jatuh.
Dalam Seminar Nasional KDKMP di Gedung Sasana Kriya, Jakarta, Kamis (16/7/2026), Zulhas sapaan akrabnya menyatakan komitmen pemerintah untuk berpihak pada rakyat. "Kalau nanti panen Saudara, petani-petani kita, kita sudah janji berpihak kepada rakyat petani Indonesia, nggak boleh tawar," ujarnya.
Ia merinci, jika harga panen turun di bawah Rp6.500 per kilogram, KDKMP akan membeli hasil panen petani. "Oleh karena itu, kalau petani panen harganya di bawah 6.500, maka Koperasi Desa Merah Putih yang akan membeli. Tidak boleh petani dirugikan," sambungnya.
Kebijakan serupa akan diterapkan untuk sektor perikanan melalui koperasi nelayan Merah Putih. Zulhas menjelaskan, langkah ini menjadi modal dasar pemerintah sebelum melakukan pengembangan lanjutan. "Kalau ada ikan terlalu murah nelayan dirugikan, koperasi nelayan Merah Putih yang akan dibeli. Tentu ini modal besar, setelah itu akan banyak pengembangan-pengembangan lagi," tuturnya.
Selain sebagai penyerap panen, KDKMP juga akan menjadi pintu tunggal penyaluran berbagai bantuan pemerintah, seperti bansos, beras SPHP, pupuk subsidi, alat pertanian, hingga gas melon tiga kilogram.
Artikel Terkait
Mendes Yandri Targetkan Koperasi Desa Merah Putih Dongkrak Kesejahteraan Warga
Pemerintah Pangkas Ratusan Aturan Perizinan demi Proyek Sampah Jadi Listrik
Operasional Koperasi Desa Merah Putih Dimulai Bertahap Agustus 2026
Pemerintah Targetkan 35.800 Koperasi Desa Rampung Agustus 2026