Militer Kuwait dan Bahrain melaporkan serangan udara baru dari Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Amerika Serikat di Selat Hormuz. Tentara Kuwait mengatakan mereka merespons serangan drone dan menuding agresi Iran sebagai penyebabnya. Seorang jurnalis melaporkan mendengar ledakan di dekat ibu kota Kuwait.
Kuwait dan Bahrain sebelumnya menyatakan pertahanan udara mereka berhasil menangani serangan Iran, dengan sirene peringatan berbunyi di Manama, ibu kota Bahrain. Iran mengklaim menargetkan sistem radar, pertahanan udara, dan fasilitas penyimpanan bahan bakar di pangkalan udara Ali al-Salem di Kuwait, serta instalasi militer AS di Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain.
Kedua negara Teluk itu telah menghadapi serangan berulang sejak permusuhan antara Washington dan Teheran kembali memanas pada 7 Juli lalu.
Artikel Terkait
Trump Frustrasi Operasi Militer di Iran Makin Rumit, Ancaman Tingkatkan Serangan
Laporan Kontak Israel dengan Ahmadinejad Picu Perdebatan soal Skenario Pasca-Rezim Iran
AS Perluas Serangan ke Utara Iran, Teheran Balas dengan Rudal ke Bahrain dan Kuwait
AS Klaim Selesaikan Gelombang Serangan Terbaru ke Iran, Targetkan Bandar Abbas