Kuasa Hukum Ungkap Grup Gosip Karyawan Bahas Hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi

- Kamis, 19 Februari 2026 | 05:20 WIB
Kuasa Hukum Ungkap Grup Gosip Karyawan Bahas Hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi

MURIANETWORK.COM - Fakta baru terkait kasus hukum yang melibatkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi kembali mencuat. Kuasa hukum mengungkap adanya grup percakapan khusus di antara beberapa karyawan yang membahas hubungan keduanya. Informasi ini terungkap dalam proses pemeriksaan saksi di Bareskrim Mabes Polri, menambah dimensi baru pada laporan dugaan perzinaan yang sedang ditangani aparat.

Isi Grup Hanya Seputar Gosip

Menurut penjelasan kuasa hukum, grup yang terdiri dari empat orang karyawan tersebut digunakan terutama untuk membicarakan perilaku majikan mereka. Percakapan yang terjadi dinilai tidak terkait urusan pekerjaan, melainkan lebih kepada pembahasan pribadi mengenai dinamika hubungan antara Inara Rusli dan Insanul Fahmi.

Kuasa hukum yang terlibat, Sukardi, memberikan penjelasan lebih rinci. "Jadi pada intinya obrolan di grup itu hanya berkaitan dengan gosip aja. Gosip atau gibah terkait dengan hubungan, hubungan khusus ya, hubungan khusus antara IR dan IF. Dan itu obrolan dari pekerja-pekerja yang bekerja di IR sendiri," tuturnya.

Anggota Grup dan Motivasi Mereka

Grup tersebut diisi oleh individu-individu yang dekat dengan lingkup domestik Inara Rusli. Mereka adalah mantan sopir berinisial A, asisten pribadi VA, seorang asisten pribadi lain berinisial B, serta seorang karyawan berinisial P. Dari keterangan yang ada, mereka secara kolektif memandang tindakan tertentu dari kedua pihak yang dibicarakan sebagai hal yang tidak pantas.

Penilaian moral inilah yang diduga menjadi pemicu utama obrolan mereka. Sukardi menambahkan, "Mereka paham bahwa tindakan dari IR dan IF ini tidak patut. Kira-kira seperti itu. Namun sampai dengan saat ini kita tidak tahu ya apakah sudah ada yang berbelok atau seperti apa, itu kita tidak bisa berkesimpulan," jelasnya.

Sumber Informasi dan Kelanjutan Kasus

Informasi mengenai grup ini diketahui oleh seorang perempuan berinisial S, istri dari mantan sopir tersebut, bukan karena ia tergabung di dalamnya, melainkan melalui akses tidak langsung ke perangkat komunikasi suaminya. Hal ini menunjukkan bagaimana informasi internal dapat menyebar keluar dari lingkaran tertutup.

Sukardi kembali menegaskan komposisi anggota grup dalam kesempatan terpisah. "Oke, grup itu bukan berkaitan dengan pekerjaan, tetapi memang anggotanya adalah orang-orang yang bekerja dengan IR. Yakni pertama A (sopir), ada VA (Aspri), ada Aspri lagi satu inisial B, ada satu lagi inisial P. Orang-orang yang terkaitlah dengan IR," ungkapnya.

Sementara temuan ini menjadi perbincangan, proses hukum utama tetap berjalan. Penyidik masih mendalami berbagai laporan dan keterangan saksi untuk membangun kasus yang kuat. Pengungkapan adanya komunikasi internal di antara staf rumah tangga ini memberikan gambaran tambahan tentang situasi yang melatarbelakangi laporan ke polisi, meski nilai hukumnya masih harus dibuktikan lebih lanjut di bawah ketentuan yang berlaku.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar