Kurma untuk Buka Puasa: Anjuran Agama yang Didukung Bukti Medis

- Rabu, 18 Februari 2026 | 17:30 WIB
Kurma untuk Buka Puasa: Anjuran Agama yang Didukung Bukti Medis

MURIANETWORK.COM - Kurma telah lama menjadi panganan wajib saat berbuka puasa, terutama di bulan Ramadhan. Buah yang identik dengan Timur Tengah ini bukan sekadar tradisi, melainkan pilihan berbuka yang didukung oleh anjuran agama dan pertimbangan medis. Lantas, apa sebenarnya yang membuat kurma begitu istimewa dan direkomendasikan untuk mengawali buka puasa?

Rekomendasi yang Berlandasan Ilmu Pengetahuan

Anjuran mengonsumsi kurma saat berbuka tidak hanya bersifat religius. Para ahli kesehatan secara konsisten merekomendasikannya karena buah ini padat gizi, tepat untuk mengembalikan energi setelah berpuasa seharian. Tubuh yang lemas membutuhkan asupan yang cepat diserap namun tetap kaya manfaat, dan kurma menjawab kebutuhan tersebut.

Kandungan Nutrisi yang Padat dan Seimbang

Kurma adalah sumber nutrisi yang luar biasa. Yang menarik, kadar gulanya relatif lebih rendah dibandingkan kesan manisnya, dan didukung oleh senyawa polifenol yang berperan sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Kombinasi ini membantu tubuh melawan peradangan selama menjalani ibadah puasa.

Tak hanya itu, buah ini juga kaya akan serat, vitamin A, B6, C, serta berbagai mineral penting. Kandungan seratnya yang tinggi memberikan rasa kenyang lebih lama, mencegah kita makan berlebihan saat waktu berbuka tiba.

Pemulihan Energi dan Kesehatan Jantung

Gula alami dalam kurma, berupa fruktosa dan glukosa, bekerja cepat mengisi ulang energi tubuh yang terkuras. Lebih dari sekadar penyedia energi, komposisi ini didukung oleh serat, kalium, dan antioksidan yang justru membantu mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan kesehatan jantung. Dengan kata lain, kurma memberikan energi tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.

Secara khusus, kalium dalam kurma berperan sebagai elektrolit yang membantu mengatur tekanan darah dan mencegah kram otot keluhan yang kerap muncul saat berpuasa.

Dukungan untuk Sistem Pencernaan

Manfaat kurma juga merambah ke kesehatan pencernaan. Serat tidak larut yang dikandungnya memperlancar pergerakan makanan di saluran pencernaan, sehingga dapat meringankan sembelit.

Bahkan, konsumsi kurma secara teratur disebut dapat meningkatkan frekuensi buang air besar. Seorang ahli dari Review of Religions (International Health Section) menjelaskan mekanismenya.

"Kurma berperan sebagai prebiotik, mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus, serta mendukung kesehatan pencernaan," jelasnya.

Tak kalah penting, kurma mengandung protein dan 23 jenis asam amino, beberapa di antaranya jarang ditemukan pada buah-buahan lain. Fakta ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai makanan super yang sederhana, mudah didapat, dan sangat cocok menjadi teman setia berbuka puasa.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar