Suasana khidmat menyelimuti halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin sore. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, memimpin langsung upacara penurunan Bendera Merah Putih yang menandai puncak peringatan Hari Lahir Pancasila. Prosesi tersebut dilaksanakan oleh pasukan Paskibraka dengan gerakan yang tertib dan penuh penghormatan.
Sebelumnya, pada pagi hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto telah memimpin upacara peringatan utama. Sejumlah tokoh bangsa turut hadir dalam agenda kenegaraan tersebut. Beberapa di antaranya adalah Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Dewan Pengarah BPIP, Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin, serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh dimaknai sekadar sebagai dokumen sejarah atau slogan yang diucapkan rutin setiap upacara. Kepala negara menyampaikan hal tersebut di hadapan para undangan dan peserta upacara.
“Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah, Pancasila juga tidak boleh sekadar slogan yang kita ucapkan setiap upacara,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa Pancasila merupakan pedoman fundamental bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus menjadi landasan dalam membangun sistem ekonomi nasional serta mengatur tata kelola kehidupan bermasyarakat.
“Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara, termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita,” tegasnya.
Artikel Terkait
PNM Kumpulkan 17 Ton Pakaian Layak Pakai untuk Disalurkan ke Panti Asuhan dan Lansia
KPK Periksa Puluhan Petinggi Forwarder di Sejumlah Pelabuhan untuk Ungkap Suap Impor Bea Cukai
Menkeu Peringatkan Pengusaha Besar yang Manipulasi Pajak dengan Memecah Usaha Demi Nikmati Tarif UMKM
Arus Balik Libur Iduladha: 199 Ribu Kendaraan Masuk Jabotabek pada H+4, Naik 13,4 Persen