Jatuh ke kasta kedua sering kali menjadi pukulan telak bagi klub besar mana pun, tetapi PSIS Semarang justru menjadikan musim 2026/2027 sebagai momentum kebangkitan untuk segera kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sinyal keseriusan itu mulai terlihat dari aktivitas agresif mereka di bursa transfer. Di tengah berbagai persoalan yang masih membayangi, Laskar Mahesa Jenar dikabarkan terus bergerak menyusun kekuatan baru, dan salah satu nama yang santer disebut akan merapat ke Kota Lumpia adalah Deri Corfe.
Pemain asal Inggris itu dikabarkan menjadi bagian dari proyek kebangkitan PSIS di Liga 2. Jika transfer ini benar-benar terealisasi, kehadiran Corfe bisa menjadi salah satu rekrutan paling krusial dalam upaya Mahesa Jenar mewujudkan target promosi ke Super League musim berikutnya. Nama Deri Corfe bukanlah sosok asing bagi pencinta sepak bola Indonesia. Dalam beberapa musim terakhir, pemain berusia 28 tahun itu dikenal sebagai salah satu pemain asing dengan pengalaman luas di kompetisi nasional.
Musim lalu bersama PSIM Yogyakarta, Corfe menjadi pemain yang cukup sering mendapatkan kepercayaan tampil. Ia mencatatkan 30 pertandingan sepanjang musim 2025/2026 dengan kontribusi tiga gol dan satu assist. Meskipun statistik tersebut tidak terlalu mencolok, peran Corfe di lapangan kerap melampaui angka-angka yang tercatat di lembar pertandingan. Ia dikenal sebagai pemain dengan mobilitas tinggi, agresif dalam melakukan pressing, serta mampu bermain di beberapa posisi berbeda. Karakter semacam ini sering kali menjadi kebutuhan utama bagi tim yang sedang membangun ulang kekuatan.
Sebelum berkarier di Indonesia, Corfe juga memiliki pengalaman cukup panjang di luar negeri. Ia pernah memperkuat Dandenong Thunder SC di Australia serta membela Napier City Rovers di kompetisi tertinggi Selandia Baru. Pengalaman bermain di berbagai negara membuatnya memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap berbagai gaya permainan. Bahkan, berdasarkan data yang tersedia, Corfe juga pernah tercatat sebagai bagian dari akademi Manchester City, meskipun detail periode keberadaannya di akademi tersebut tidak banyak dipublikasikan.
Bagi PSIS, pengalaman seperti itu tentu menjadi nilai tambah tersendiri. Terlebih, musim depan diprediksi akan menjadi salah satu musim Liga 2 paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Jika transfer Deri Corfe benar-benar terwujud, kehadirannya bukan sekadar menambah kedalaman skuad. Ia akan menjadi bagian dari pertarungan panjang yang diperkirakan berlangsung sangat ketat.
PSIS tidak akan berjalan sendirian dalam perburuan tiket promosi. Ada nama-nama besar yang juga mengusung ambisi serupa. Salah satunya adalah Persipura Jayapura, klub legendaris yang masih berusaha kembali ke kasta tertinggi setelah beberapa musim terjebak di Liga 2. Selain Persipura, ada pula Barito Putera yang baru saja turun dari kompetisi tertinggi dan tentu memiliki target yang sama, yakni promosi secepat mungkin. Kehadiran dua klub tersebut membuat persaingan menjadi jauh lebih berat dibanding musim-musim sebelumnya. PSIS memahami bahwa nama besar semata tidak cukup untuk memenangkan kompetisi. Karena itu, membangun skuad yang kompetitif sejak awal menjadi langkah yang harus dilakukan.
Menariknya, rumor kedatangan Deri Corfe muncul saat PSIS masih menghadapi persoalan administratif yang cukup serius. Berdasarkan informasi yang beredar, klub asal Semarang tersebut sedang menjalani sanksi larangan pendaftaran pemain dari FIFA. Sanksi tersebut diduga berkaitan dengan sengketa yang melibatkan mantan pemain dan persoalan kewajiban finansial yang belum terselesaikan. Akibatnya, secara administratif PSIS belum dapat mendaftarkan pemain baru hingga masalah tersebut selesai.
Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Sebab, sehebat apa pun pergerakan transfer yang dilakukan, seluruh pemain baru belum bisa didaftarkan secara resmi selama sanksi tersebut masih berlaku. Namun, di sisi lain, aktivitas perekrutan yang tetap berjalan menunjukkan bahwa manajemen memiliki keyakinan persoalan tersebut akan segera menemukan jalan keluar. Dengan kata lain, PSIS tampaknya tidak ingin kehilangan momentum dalam mempersiapkan skuad musim depan.
Selain Deri Corfe, sejumlah nama baru juga mulai dikaitkan dengan PSIS. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa klub sudah memiliki lebih dari 20 pemain yang dipersiapkan untuk musim baru. Kembalinya penjaga gawang Ray Redondo menjadi salah satu sinyal bahwa manajemen sedang membangun kerangka tim secara bertahap. Di saat yang sama, beberapa pemain lama juga mulai dilepas sebagai bagian dari proses penyegaran skuad. Langkah tersebut menunjukkan bahwa PSIS tidak sekadar ingin menjadi peserta Liga 2. Mereka ingin menjadi kandidat kuat promosi.
Tentu, jalan menuju Super League tidak akan mudah. Persipura Jayapura memiliki sejarah dan pengalaman panjang. Barito Putera datang dengan kualitas skuad yang masih kompetitif. Belum lagi sejumlah klub lain yang juga memiliki ambisi serupa. Namun, jika benar berhasil mendatangkan Deri Corfe dan menyelesaikan persoalan administrasi yang sedang dihadapi, PSIS setidaknya telah mengirimkan pesan yang jelas kepada para pesaingnya. Bahwa Mahesa Jenar tidak berniat berlama-lama berada di Liga 2. Mereka ingin kembali ke tempat yang selama ini dianggap sebagai habitatnya: kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Dan perjalanan menuju target tersebut tampaknya sudah dimulai, bahkan sebelum bola pertama Liga 2 musim 2026/2027 resmi bergulir.
Artikel Terkait
PSM Makassar Hadapi Transisi Besar Usai Ditinggal Yuran Fernandes dan Aloisio Neto, Dusan Lagator Jadi Andalan Baru
Manchester United Incar Matias Fernandez-Pardo sebagai Calon Pengganti Marcus Rashford pada 2026
PSM Makassar Kehilangan Yuran Fernandes, Manajemen Tunggu Pelatih Baru Sebelum Tentukan Komposisi Pemain Asing
FIFA Terancam Gugatan Hukum soal Rencana Larangan Bendera Iran Era Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026