Operator Ekskavator di Luwu Utara Aniaya WNA China hingga Tewas, Dipicu Cekcok di Proyek

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:36 WIB
Operator Ekskavator di Luwu Utara Aniaya WNA China hingga Tewas, Dipicu Cekcok di Proyek

Seorang operator ekskavator berinisial MIE (26) diamankan polisi setelah diduga menganiaya warga negara China, Liu Hongbin (27), hingga tewas. Peristiwa itu terjadi di lokasi proyek pelebaran jalan di Dusun Kanan Dede, Desa Kanan Dede, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, pada Jumat (17/7).

MIE, warga Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, yang tinggal di Desa Baebunta, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, diduga terlibat perselisihan dengan korban yang merupakan pengawas proyek.

Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Kadek Andi Pradnyadana, menjelaskan insiden bermula sekitar pukul 11.20 WITA. Saat itu MIE sedang mengoperasikan ekskavator, lalu korban datang dalam kondisi marah. Keduanya terlibat adu mulut, namun pelaku mengaku tidak memahami ucapan korban karena kendala bahasa.

“Pelaku mengaku kemudian membesarkan volume musik di dalam kabin ekskavator dan menghentikan alat berat tersebut. Korban lalu naik ke atas ekskavator dan menampar kepala pelaku satu kali. Pelaku membalas dengan menendang korban,” ujar Kadek.

Setelah tendangan itu, korban masih memegang handel ekskavator sebelum akhirnya terjatuh. Pada saat bersamaan, ekskavator diduga berputar sehingga bagian dari alat berat itu mengenai wajah korban. Tak berhenti di situ, saat pelaku berusaha memarkirkan alat berat, korban terlindas ban belakang ekskavator.

Dari keterangan pelaku, ia mengaku tidak menyadari korban terlindas. Usai memarkirkan ekskavator, ia langsung meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor menuju rumahnya di Kecamatan Sabbang. Sesampainya di rumah, pelaku menghubungi ayahnya dan menceritakan peristiwa tersebut. Tak lama kemudian, Bhabinkamtibmas Polsek Rongkong datang menjemput pelaku dan membawanya ke Polres Luwu Utara untuk dimintai keterangan.

Kadek menambahkan, berdasarkan pengakuan pelaku, tidak ada saksi yang melihat langsung peristiwa tersebut karena lokasi proyek berada jauh dari permukiman warga.

Korban WNA Tak Didampingi Penerjemah

Liu disebut tidak didampingi penerjemah, sehingga komunikasi antara korban dan pelaku tidak berjalan dengan baik. Polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan kronologi sebenarnya, termasuk mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi-saksi, serta menunggu hasil autopsi terhadap korban.

“Seluruh keterangan yang ada saat ini masih merupakan pengakuan dari terduga pelaku. Penyidik masih mendalami fakta-fakta di lapangan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” kata Kadek.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags