Investasi global di bidang kecerdasan buatan (AI) mencapai angka fantastis sebesar 581,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2025, atau setara dengan sekitar Rp10.300 triliun. Angka ini mencakup seluruh kategori investasi, baik dari sektor korporasi maupun swasta.
Berdasarkan laporan Universitas Stanford yang dirilis pada awal tahun ini, realisasi tersebut menandai lonjakan sebesar 129,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Persaingan yang semakin ketat di antara para pemain utama industri AI disebut sebagai faktor utama di balik pencapaian rekor ini.
Meningkatnya permintaan terhadap teknologi AI, yang diikuti dengan laju adopsi yang cepat di berbagai sektor industri, turut mendorong pengeluaran besar-besaran pada komponen pendukung. Investasi mengalir deras ke dalam pengembangan chip, pembangunan pusat data, serta infrastruktur energi yang menopang operasional sistem AI.
Dana miliaran dolar AS pun mengalir ke sejumlah perusahaan raksasa teknologi. Nvidia, AMD, Microsoft, Google, dan Huawei menjadi beberapa nama yang menerima suntikan investasi terbesar.
Sementara itu, jika dilihat dari kategori swasta saja, investasi AI tercatat mencapai 344,7 miliar dolar AS pada tahun lalu. Angka ini melonjak 127,5 persen dari periode sebelumnya.
Dari total investasi swasta global tersebut, perusahaan-perusahaan asal AS mendominasi dengan kontribusi mencapai 285,9 miliar dolar AS. Di posisi kedua, perusahaan-perusahaan asal China mencatatkan investasi sebesar 12,4 miliar dolar AS.
Artikel Terkait
Harga Pangan Senin: Cabai Merah dan Daging Ayam Ras Melonjak Tajam, Cabai Rawit Hijau Justru Anjlok
Presiden Prabowo Hadiri Upacara Persemayaman Ryamizard Ryacudu di Kemhan
IMF, Bank Dunia, dan IEA Peringatkan Krisis Pasokan Minyak Akibat Terganggunya Selat Hormuz
Iran: Pembicaraan dengan AS Masih Berlangsung, Belum Ada Titik Terang Kesepakatan