Airlangga Bidik Transfer Teknologi Robotika dan AI dari Perusahaan China

- Senin, 20 Juli 2026 | 11:40 WIB
Airlangga Bidik Transfer Teknologi Robotika dan AI dari Perusahaan China

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan benchmarking ke sejumlah perusahaan teknologi terkemuka China di sela-sela World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai. Delegasi Indonesia meninjau langsung perkembangan teknologi mutakhir dari Unitree Robotics, Deep Robotics, dan CICT-FiberHome.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari peta jalan yang telah dibangun sejak 2018, saat pemerintah meluncurkan inisiatif Making Indonesia 4.0. "Teknologi digital dan robotika menjadi fondasi industri masa depan," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, Indonesia harus menguasai teknologi tersebut dengan mengintegrasikannya bersama kecerdasan buatan (AI). Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangkitkan kemandirian teknologi maju. "Dengan kekuatan SDM yang dimiliki dan dukungan pemerintah terhadap sektor digital, Indonesia optimistis menjadi negara yang disegani di kancah global pada tahun-tahun mendatang," ujarnya.

Saat meninjau stand Unitree Robotics, Airlangga menyaksikan demonstrasi robot humanoid dan quadruped yang telah digunakan secara komersial untuk inspeksi industri, patroli gardu listrik, hingga riset AI di berbagai universitas dunia. Unitree telah mengirimkan lebih dari 50.000 unit robot quadruped secara global dan menguasai sekitar 70 persen pangsa pasar dunia.

Menurut Airlangga, robotika cerdas dapat menjadi solusi nyata untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan kerja di lingkungan berbahaya, seperti sektor pertambangan, minyak dan gas, serta ketenagalistrikan nasional. "Oleh karena itu, perlu terus didorong perwujudan transfer teknologi dan potensi perakitan serta supply chain di Indonesia agar sejalan dengan program hilirisasi dan pengembangan sumber daya manusia," katanya.

Airlangga juga mengunjungi Deep Robotics, perusahaan spesialis robot quadruped untuk inspeksi industri, tanggap darurat, dan operasi berisiko tinggi. Delegasi menilai teknologi ini sesuai dengan kebutuhan Indonesia, baik untuk operasional sektor energi dan pertambangan maupun untuk memperkuat kapasitas tanggap bencana nasional. Teknologi Deep Robotics dinilai dapat menjadi terobosan penting dalam mendukung operasi di daerah terpencil dan sulit dijangkau, sekaligus membuka peluang kemitraan sistem integrasi dengan perusahaan lokal.

Kunjungan diakhiri dengan peninjauan ke China Information and Communication Technologies Group (CICT) dan anak usahanya, FiberHome. Sebagai BUMN China berskala global di bidang infrastruktur TIK, CICT-FiberHome telah memiliki rekam jejak panjang di Indonesia, khususnya dalam penyediaan perangkat telekomunikasi dan jaringan serat optik. "Ke depan, terbuka ruang kolaborasi investasi yang lebih luas di Indonesia guna mengembangkan pusat data maupun infrastruktur komunikasi generasi berikutnya," kata Airlangga.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags