Bentrokan antara warga dua desa di Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali pecah pada Sabtu (18/7) pagi. Tiga orang dilaporkan tewas dan sedikitnya 20 rumah hangus terbakar.
Konflik yang melibatkan warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak ini dipicu oleh sengketa kepemilikan tanah adat yang belum terselesaikan. Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, mengonfirmasi tiga korban jiwa terdiri dari dua warga Desa Narasaosina dan satu warga Desa Waiburak. Dua di antaranya telah dimakamkan pada Sabtu, sementara satu korban yang baru dievakuasi akan dimakamkan pada Minggu (19/7).
Selain korban tewas, bentrokan juga menyebabkan lima orang mengalami luka ringan. Kepala Seksi Humas Polres Flores Timur, AKP Eliezer A Kalelado, mengatakan pendataan jumlah korban dan kerusakan masih terus dilakukan. "Tiga orang meninggal dunia, lima orang luka ringan, dan 20 unit rumah terbakar," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu.
Konflik antarwarga kedua desa sebenarnya sudah berlangsung lama. Pemerintah Kabupaten Flores Timur sempat memediasi, namun upaya itu belum membuahkan hasil. Pada 9 Mei lalu, bentrokan serupa terjadi hingga belasan rumah ludes terbakar dan tujuh warga terkena peluru sehingga harus dirawat di rumah sakit.
Artikel Terkait
Tiga Tewas dalam Bentrokan Antarwarga di Flores Timur, TNI-Polri Siaga
Kemensos Kirim Bantuan untuk Korban Konflik di Flores Timur, Tiga Orang Tewas
Kemensos Kirim Bantuan untuk Korban Konflik Sosial di Flores Timur
Bentrokan Antarwarga di Flores Timur Tewaskan Tiga Orang, 20 Rumah Dibakar