Sebanyak 14 ribu orang memadati Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, dalam acara nonton bareng final Piala Dunia 2026 yang dikemas dalam Festival Rakyat Bola Gembira. Wagub Jakarta Rano Karno menyebut angka itu berdasarkan informasi dari penyelenggara, dan acara yang berlangsung sejak siang itu sengaja dipercepat agar pengunjung tidak berdesakan.
“Kalau menurut informasi hampir 14.000 (pengunjung). Apalagi kegiatan dari pagi ini. Dari jam 2 (siang) aja udah ramai katanya. Makanya ini acara agak kita percepat supaya yang di luar bisa masuk supaya tidak terlalu berdesak-desakan,” kata Rano di lokasi, Minggu (19/7).
Acara yang digelar di area Monumen Nasional itu tidak sekadar nobar, melainkan juga festival rakyat dengan penampilan musisi tanah air dan puluhan booth usaha mikro kecil menengah (UMKM). Rano menjelaskan, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, TVRI, TNI, Polri, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
“Malam ini malam terakhir kita bahagia, tapi artinya untuk menjelang pertandingan ini kita menghadapi dengan suka ria. Maka itu hari ini istilahnya Festival Rakyat Bola Gembira. Memang final sepak bola tapi dikemas dalam festival rakyat,” jelas Rano.
Menurut Rano, perputaran ekonomi dari festival tersebut diperkirakan mencapai Rp5 triliun. Angka itu berasal dari aktivitas sekitar 200 tenant UMKM yang tergabung dalam program Jakpreneur dan kerja sama dengan Kadin. “Tadi kita lihat kan dari hasil perputaran ekonominya bisa hampir 5 triliun. Jadi itu pergerakan ekonomi yang memang bisa digerakkan oleh masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, menilai dampak ekonomi dari penyelenggaraan final Piala Dunia tidak hanya dirasakan UMKM, tetapi juga sektor perhotelan, restoran, kafe, hingga industri penyiaran. “Tentunya ini kan dampak ekonomi ya. Saya yakin lebih besar lagi nilai ekonominya. Dari UMKM, dari hotel, restoran, dan kafe, kemudian juga dari dampak on air, off air, saya rasa ini sangat bagus,” kata Fiki.
Ia menambahkan, TVRI akan mengevaluasi pelaksanaan penyiaran dan aktivasi kegiatan untuk meningkatkan kualitas acara serupa di masa mendatang. “Tentunya kita akan proses evaluasi dari mulai proses penyiaran, aktivasi kegiatan, dan seterusnya. Kita akan memastikan peningkatan kualitas di layar kita di TVRI dan mudah-mudahan bisa banyak kolaborasi dengan teman-teman di sektor ekonomi kreatif, content creator, dan sebanyak-banyaknya stakeholders,” pungkas Fiki.
Artikel Terkait
Percakapan Panas Otamendi dengan Rodri Usai Final Piala Dunia Terungkap
Content Creator Asal Sevilla Ines Garcia Santos Dampingi Lamine Yamal Rayakan Gelar Piala Dunia 2026
Emosi Meledak Usai Final Piala Dunia, Paredes Ungkap Pemicu Keributan dengan Pemain Spanyol
Final Piala Dunia 2026: Argentina Takluk 0-1 dari Spanyol, Catat Rekor Tanpa Tembakan Tepat Sasaran