Intelektual Hamid Basyaib mengkritisi vonis yang dijatuhkan hakim kepada mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Menurutnya, putusan tersebut tidak didasarkan pada fakta-fakta persidangan, melainkan hanya bersandar pada dakwaan jaksa.
"Saya menyimpulkan bahwa persidangan itu seperti persidangan sirkus. Itu benar-benar fakta-fakta persidangannya tidak sesuai yang diangkat oleh vonis hakim dan bisa dibilang bahwa vonis hakim itu hampir sepenuhnya bersandar pada surat dakwaan jaksa. Jadi, hampir-hampir hakim tidak menuangkan pikirannya sendiri, tapi hanya bersandar pada tuduhan jaksa," kata Hamid dalam program Perspektif di kanal YouTube Terus Terang Media, Minggu (19/7/2026).
Hamid juga menyoroti majelis hakim yang mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang lahir di tengah persidangan. MK menegaskan bahwa hanya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berwenang menetapkan kerugian negara atas keputusan seorang pejabat negara. Menurut Hamid, putusan MK itu logis, terutama karena dalam kasus Nadiem tidak ada kerugian negara dan tuduhan kemahalan harga tidak terbukti.
Ia juga mengkritisi poin yang ditekankan jaksa penuntut umum dengan saksi-saksi yang tidak meyakinkan, salah satunya soal Chromebook yang disebut tidak berguna di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Faktanya, Chromebook masih dipakai dari Sabang hingga Merauke. "Sampai hari ini masih dipakai Chromebook-nya oleh menteri setelah Nadiem, masih dipakai dan memang tidak ada masalah," ujar Hamid.
Hamid membandingkan kasus ini dengan kasus Tom Lembong, yang juga divonis namun kebijakannya tetap berjalan. "Ini untuk kedua kalinya paling sedikit kita tahu suatu keputusan menteri yang dianggap salah karena itu dia dihukum ternyata kebijakannya itu sendiri diteruskan," katanya. Ia mempertanyakan di mana letak kesalahan kebijakan yang menjadi dasar pemidanaan, karena jika kebijakan itu benar-benar salah, seharusnya sudah dihentikan.
"Kebijakan yang tentang Chromebook dan sebagainya masih dijalankan karena memang berjalan dengan efektif, dengan tidak ada masalah serius. Bisa dibilang ada yang menyebut sampai 97 persen efektifitasnya terjadi, ada yang bilang lagi 90 persen," kata Hamid. Sekalipun diambil angka terendah, efisiensi masih terjadi dengan nilai guna yang tinggi. Di daerah 3T, Chromebook dirancang khusus sehingga tetap bisa digunakan tanpa koneksi internet.
"Jadi, di daerah 3T karena tidak ada koneksi internet yang memadai, maka dibuat desain yang tidak memerlukan internet atau wifi. Sehingga, walaupun tidak ada internet di daerah itu dia tetap bisa digunakan dan itulah yang terjadi. Jadi, memang kasus Nadiem ini sangat membingungkan, sangat mengherankan, melawan secara telanjang dan diametral tentang apa yang kita sebut dengan keadilan dan kejujuran," pungkas Hamid.
Artikel Terkait
Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional, Pengamat Khawatirkan Dampak ke Investor
Dissenting Opinion Hakim Dinilai Jadi Modal Kuat Banding Nadiem Makarim
Empat Hakim Sidang Nadiem Makarim Dilaporkan ke KY, Salah Satunya Diduga Tidur di Persidangan
Nadiem Makarim Laporkan Empat Hakim ke KY, Tuduh Ada Manipulasi Fakta Persidangan