BNI Terapkan Prinsip Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi

- Minggu, 19 Juli 2026 | 12:15 WIB
BNI Terapkan Prinsip Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan toleransi sedikit pun terhadap segala bentuk kecurangan dan korupsi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkuat tata kelola perusahaan, melindungi nasabah, dan menjaga kepercayaan publik.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan bahwa aspek tata kelola dan integritas telah menjadi pilar fundamental yang dijaga ketat selama delapan dekade perseroan berdiri. "Selama delapan dekade, BNI dibangun di atas fondasi kepercayaan. Karena itu, penguatan tata kelola dan budaya integritas bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan bagian dari jati diri perseroan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7/2026).

Komitmen ini sejalan dengan agenda penguatan tata kelola di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah koordinasi Danantara. Dalam implementasinya, BNI menerapkan ekosistem penanganan fraud secara terintegrasi, mencakup pencegahan, deteksi dini, investigasi mendalam, hingga pelaporan berkala kepada aparat penegak hukum sesuai regulasi.

Okki menambahkan bahwa manajemen BNI tidak memberi ruang bagi praktik fraud maupun korupsi. Sebab, tindakan menyimpang itu tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan dan nasabah, tetapi juga menggerus kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas industri perbankan nasional.

Untuk memperkuat pencegahan, BNI secara berkelanjutan menyempurnakan sistem pengendalian internal, memperketat mekanisme pengawasan, dan menata ulang proses bisnis agar berorientasi pada prinsip kehati-hatian. Perseroan juga meningkatkan kapabilitas deteksi dini dengan memanfaatkan teknologi modern guna mengidentifikasi potensi penyimpangan secara lebih cepat.

"Melalui semangat Swadharma Bhakti Nagara, kami berkomitmen menjaga amanah masyarakat dan negara dengan memastikan setiap proses bisnis dijalankan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik fraud maupun korupsi," kata Okki. Swadharma Bhakti Nagara merupakan tema utama peringatan hari ulang tahun ke-80 BNI pada 5 Juli 2026 lalu, yang merefleksikan dedikasi penuh perseroan untuk menghadirkan pelayanan terbaik demi kemajuan masyarakat dan negara.

Manajemen BNI menilai efektivitas penanggulangan fraud tidak hanya bergantung pada keandalan sistem dan teknologi, tetapi juga pada kualitas integritas pegawai serta konsistensi internalisasi budaya kepatuhan di seluruh lini organisasi. Melalui integrasi antara penguatan tata kelola, pengawasan berlapis, dan pembangunan budaya integritas, BNI optimistis dapat memelihara loyalitas nasabah dan memastikan fungsi intermediasi perbankan berjalan sehat, serta memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags