Konflik Polisi-Jaksa Memanas, Orang Dekat Presiden Diduga Bermain di Balik Layar

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:40 WIB
Konflik Polisi-Jaksa Memanas, Orang Dekat Presiden Diduga Bermain di Balik Layar

Polisi menetapkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah sebagai tersangka korupsi dan pencucian uang. Febrie dikenal sebagai jaksa yang tengah agresif mengusut dugaan korupsi proyek makan bergizi gratis yang melibatkan polisi. Penetapan tersangka ini memicu ketegangan baru antara institusi Polri dan Kejaksaan Agung.

Menurut sumber Bocor Alus Tempo yang tayang pada 18 Juli 2026, konflik ini tidak lepas dari intrik sejumlah orang dekat Presiden. Disebutkan bahwa Jaksa Agung meminta Polri untuk mengusut kasus tersebut, namun dengan syarat tidak dibawa ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Jaksa Agung meminta Polri 'yaudah, usut aja, tapi jangan dibawa ke KPK'," demikian kutipan dari sumber tersebut.

Presiden dikabarkan marah kepada Kapolri karena dianggap ingin memecah belah institusi Polri dan Kejaksaan Agung. "Presiden juga marah dengan Kapolri saat itu. Kapolri dianggap ingin memecah belah institusi antara Polri dan Kejaksaan Agung," ujar sumber.

Dalam perkembangannya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad disebut-sebut terlibat dalam gelanggang konflik ini. Sebuah pertemuan terpisah tanpa kehadiran Presiden dilaporkan terjadi, dihadiri oleh Menteri Pertahanan, Jaksa Agung, dan Febrie. Dalam pertemuan itu, Febrie menyampaikan dua permintaan: pertama, agar dirinya tidak dijadikan tersangka; kedua, agar ada pihak yang mengakui uang dan emas hasil penggeledahan Polri sebagai milik orang lain.

Sumber juga menyebut adanya rencana untuk mengevaluasi dan bahkan mengganti Kapolri. "Ada rencana untuk mengevaluasi Kapolri dan mengganti Kapolri," ungkapnya.

Ketegangan semakin terlihat saat Presiden memanggil para pejabat ke istana. Jaksa Agung disebut masih menantang penetapan tersangka terhadap Febrie yang dilakukan tanpa pemeriksaan terlebih dahulu. "Kalau teman-teman perhatikan, Prabowo manggil lagi para pejabat-pejabatnya ke istana. Bahwa di situ Jaksa Agung masih menchalange satupun tidak terima karena Febri ditetapkan sebagai tersangka tanpa pemeriksaan terlebih dahulu," kata sumber.

Presiden juga dilaporkan panas setelah mendapat laporan adanya penebalan pasukan di dekat kediamannya di Widya Chandra. "Presiden itu agak panas juga karena dia mendapatkan laporan bahwa ada penebalan suatu pasukan di dekat Widya Chandra. Prabowo marah dan bahkan bilang 'kalian ini mau sabotase pemerintahan saya ya?'"

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags