Pengendali PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) kembali melepas sebagian saham perseroan kepada PT Liqun Investments Indonesia. Transaksi terbaru pada 15 Juli 2026 bernilai sekitar Rp17,3 miliar, sehingga total penjualan saham pengendali sejak Maret 2025 mencapai Rp54,5 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi jual saham dilakukan oleh PT Kreatif Konstruksi Indonesia, Gao Jinfeng, dan Ling Sun. Sebelumnya, pada 6 Maret 2025, transaksi serupa telah terjadi dengan nilai Rp37,2 miliar.
Direktur Utama Koka Indonesia, Gao Jing, menegaskan tidak ada hubungan afiliasi antara penjual dan pembeli. Ia meyakini transaksi ini akan memperluas jaringan bisnis perseroan di bidang konstruksi, khususnya infrastruktur.
"Aksi korporasi tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan," ujar Gao Jing.
KOKA merupakan perusahaan konstruksi berstatus Penanaman Modal Asing (PMA) asal China pertama yang melantai di BEI, tepatnya pada Oktober 2023. Didirikan sejak 2011, perseroan telah menangani lebih dari 100 proyek konstruksi di Indonesia, mayoritas untuk perusahaan China seperti VIVO dan SGWM Wuling.
Per 28 Februari 2026, komposisi kepemilikan saham KOKA terdiri dari PT Kreatif Konstruksi Indonesia (24,75 persen), Gao Jing (42,75 persen), Ling Sun (5,6 persen), Gao Jinfeng (5,4 persen), Fathi (2,05 persen), dan Qiuling Shao (1,82 persen).