Tak ada trofi yang diperebutkan, tetapi gengsi tetap dipertaruhkan. Prancis dan Inggris sama-sama datang dengan luka usai gagal melangkah ke final. Kini, perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 menjadi panggung pembuktian terakhir bagi kedua raksasa Eropa.
Pertandingan yang akan digelar di Miami Stadium, Minggu (19/7/2026) pukul 04.00 WIB atau 05.00 Wita ini menjadi bentrokan ke-33 sepanjang sejarah kedua negara. Dari 32 pertemuan sebelumnya, Inggris masih unggul dengan catatan 17 kemenangan, sementara Prancis meraih 10 kemenangan. Lima laga lainnya berakhir imbang.
Prancis dan Inggris sebenarnya tampil meyakinkan sejak fase grup hingga babak perempat final. Namun, langkah keduanya terhenti tepat satu pertandingan sebelum final. Les Bleus harus mengakui keunggulan Spanyol setelah kalah 0-2 di semifinal. Sementara itu, Inggris lebih menyakitkan lagi. The Three Lions sempat memimpin pertandingan sebelum Argentina membalikkan keadaan lewat dua gol di menit-menit akhir dan menang 2-1.
Rekor Perebutan Juara Tiga Berbeda
Prancis memiliki catatan positif ketika tampil di laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia. Les Bleus pernah memenangi pertandingan perebutan posisi ketiga pada edisi 1958 dan 1986. Sebaliknya, Inggris belum pernah sukses dalam dua kesempatan sebelumnya. The Three Lions kalah saat tampil pada perebutan posisi ketiga Piala Dunia 1990 maupun edisi 2018.
Misi Balas Dendam
Pertemuan kali ini juga menghidupkan kembali rivalitas yang sempat terjadi di Piala Dunia 2022. Saat itu, kedua tim bertemu pada babak perempat final. Prancis keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 sekaligus menggagalkan ambisi Inggris melaju lebih jauh. Kekalahan tersebut masih membekas sehingga laga di Miami diprediksi menjadi kesempatan Inggris untuk membalas hasil empat tahun lalu.
Di sisi lain, Prancis memiliki motivasi yang tak kalah besar. Duel kontra Inggris akan menjadi pertandingan terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Les Bleus. Kylian Mbappe dan rekan-rekannya tentu ingin mengakhiri era Deschamps dengan sebuah kemenangan.
Rekor Pertemuan di Piala Dunia
Prancis dan Inggris telah tiga kali bertemu di putaran final Piala Dunia. Pertemuan pertama terjadi pada fase grup Piala Dunia 1966. Inggris menang 2-0 berkat dua gol Roger Hunt pada menit ke-38 dan ke-75. Laga berikutnya berlangsung di fase grup Piala Dunia 1982. Inggris kembali keluar sebagai pemenang, kali ini dengan skor 3-1. Bryan Robson mencetak dua gol, sementara Paul Mariner menambah satu gol. Prancis hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Gerard Soler.
Pertemuan terbaru terjadi di perempat final Piala Dunia 2022. Prancis unggul lebih dahulu lewat tembakan jarak jauh Aurelien Tchouameni pada menit ke-17. Harry Kane menyamakan skor melalui titik penalti pada menit ke-54. Namun, Olivier Giroud kembali membawa Prancis memimpin lewat gol pada menit ke-78. Inggris sebenarnya memperoleh penalti kedua pada menit ke-84, tetapi tendangan Harry Kane melambung sehingga skor 2-1 untuk Prancis bertahan hingga laga usai.
Duel Sengit di Euro
Persaingan kedua negara juga cukup panjang di ajang Piala Eropa. Pertemuan pertama berlangsung pada Euro 1992 dan berakhir tanpa gol. Euro 2004 menghadirkan salah satu duel paling dramatis. Inggris sempat unggul melalui Frank Lampard. Namun, kegagalan David Beckham mengeksekusi penalti menjadi titik balik pertandingan. Zinedine Zidane kemudian mencetak dua gol pada masa injury time, masing-masing melalui tendangan bebas dan penalti, sehingga Prancis menang 2-1. Pertemuan terakhir di Euro berlangsung pada 2012. Kedua tim harus puas berbagi angka 1-1 setelah gol Joleon Lescott dibalas Samir Nasri.
Dominasi Pertemuan Persahabatan
Selain di turnamen resmi, Prancis dan Inggris juga telah puluhan kali bertemu dalam pertandingan persahabatan sejak 1923. Jika seluruh pertandingan di semua kompetisi dihitung, Inggris masih unggul dalam rekor pertemuan. Dari total 32 laga sebelum bentrokan Piala Dunia 2026, Inggris mengoleksi 17 kemenangan, sedangkan Prancis mencatatkan 10 kemenangan. Lima pertandingan lainnya berakhir imbang. Statistik tersebut membuat duel perebutan posisi ketiga nanti semakin menarik karena kedua tim sama-sama memiliki sejarah panjang dan rivalitas yang kuat.
Artikel Terkait
Spanyol di Ambang Sejarah: Bisa Jadi Juara Piala Dunia dengan Catatan Kebobolan Terendah
FIFA Beri Cincin Juara untuk Pertama Kalinya di Piala Dunia 2026
DJKI Ingatkan Risiko Hukum Unggah Cuplikan Piala Dunia 2026 demi Engagement
Mental Baja Argentina: Spesialis Comeback yang Kembali ke Final Piala Dunia