Hotman Paris Ungkap Asal-usul Rumah Mewah Febrie Adriansyah di Sentul

- Jumat, 17 Juli 2026 | 21:48 WIB
Hotman Paris Ungkap Asal-usul Rumah Mewah Febrie Adriansyah di Sentul

Pengacara Hotman Paris Hutapea angkat bicara terkait penggeledahan rumah mewah di kawasan Bukit Golf Sentul, Bogor, yang dilakukan penyidik Polri. Rumah tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi dan TPPU yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Dalam penggeledahan, polisi menemukan 74 kilogram emas batangan serta uang tunai berbagai mata uang yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

Hotman, yang menjadi salah satu kuasa hukum Febrie, menjelaskan bahwa rumah itu awalnya milik mertua Febrie. Namun, kepemilikan telah dihibahkan kepada cucu mertua, yang merupakan anak Febrie. "Rumah itu dulunya adalah rumah mertuanya. Oke? Rumah mertuanya tapi sudah lama dihibahkan ke cucu dari mertuanya. Jadi secara sertifikat, itu bukan atas nama dari Febri. Itu ada buktinya, itu di BAP tadi ditulis," ujar Hotman dalam jumpa pers di depan gedung bundar Jampidsus Kejagung, Jumat (17/7).

Ia menegaskan tidak ada rekayasa terkait rumah tersebut. Temuan emas dan mata uang asing di dalam brankas juga telah dijelaskan sebagai aset yayasan yang dikelola oleh Don Ritto. "Itu rumah mertuanya, kebetulan mertuanya marga Marbun, satu marga dengan istri saya tercinta Marbun, boru Marbun. Ah, sudah dihibahkan itu ke cucunya kan katanya cucu? Ke cucunya yaitu anak dari Pak Febrie. Itu sudah sertifikat atas nama dia, sudah itu sudah jauh sebelum kasus ASABRI, jadi bukan rekayasa," tegas Hotman.

Pada tahun 2022-2023, rumah tersebut dipinjamkan ke Don Ritto untuk digunakan sebagai kantor operasional yayasan. Hal ini disampaikan oleh pengacara Don Ritto, Handika Hanggowongso, di kesempatan yang sama. "Jadi gini, menyambung keterangan tadi. Tadi udah kami sampaikan, sekitar tahun 2022-2023, Don Ritto meminta izin kepada pemilik untuk menggunakan rumah di Sentul sebagai backup operasional kantor yayasan. Kami ulang lagi, backup kantor operasional yayasan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan Islam. Ini sepi ini sudah bisa dibuktikan adanya sekitar 700 santri dari daerah Papua, dari daerah Maluku yang sekarang mondok di salah satu pesantren di Banten. Ke depan ada rencana dari berbagai pihak untuk membangun pesantren yang besar, masjid-masjid, dan semua fasilitas pendukung, baik itu di Papua ataupun di Maluku serta di daerah NTT," jelas Handika.

Handika juga menjawab alasan aset yayasan disimpan dalam bentuk emas batangan. Penggeledahan rumah Febrie di Sentul merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi dan suap yang menjerat mantan Jampidsus tersebut. Dalam penggeledahan, penyidik menyita uang tunai berbagai mata uang asing, emas, serta brankas yang menjadi sorotan publik.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags