Setelah hampir delapan tahun hidup dalam tekanan akibat teror dari tetangga, sebuah keluarga di Gang At-Taufik, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok, akhirnya memutuskan untuk menjual rumah mereka. Keputusan berat itu diambil karena kondisi psikis orang tua yang semakin tertekan.
Awalnya, keluarga itu pindah dari Kebagusan ke Depok dengan harapan bisa tinggal tenang di lingkungan asri dan dekat dengan keluarga besar. "Pindah dari Kebagusan Megawati, area yang rame, dikelilingin sama saudara, belah-belahin jauh ke sini biar hidup tenang, nggak diusik atau nggak diganggu. Karena ya itu dari buat ngumpul keluarga besar enak, adem lokasinya, masih dikelilingin asri," ujar Ashyfa, anak dari keluarga tersebut.
Namun, kenyataan berkata lain. "Pokoknya pas ke sini dengan kondisi seperti ini setiap saat, saya capek juga dari sisi keluarga," katanya. Dampak paling berat dirasakan oleh ibunda Ashyfa. "Sampai hari ini nyokap saya kena kayak, mungkin orang tua saya stres kali ya, bisa dibilang. Tertekan juga dengan adanya. Sampai kemarin ulang tahunnya, dia nangis-nangis. Lihat orang sebanyak, dari media apa sih, orang banyak, dia sedih, dia nangis. Kenapa ini bisa terjadi? Dia cuma pengin hidup tenang doang," ungkapnya.
Sebelum melapor ke polisi, keluarga sudah memberikan peringatan terakhir kepada pelaku. "Karena kita udah tegasin berkali-kali, sampai terakhir kita tegasin, kalau nggak ntar gue viralin, tapi masih kayak gini ya udah," ujar Ashyfa. Kini, laporan telah diterima Polres Metro Depok. Rumah pun diputuskan untuk dijual dengan alasan ingin hidup tenang. "Ya itu, saya mau orang tua saya tenang gitu aja," pungkasnya.
Selama bertahun-tahun, keluarga Ashyfa kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari tetangganya, mulai dari melempar rumah, merusak pagar, hingga ancaman akan disantet. Ketua RW setempat mengatakan konflik bermula saat pemilik rumah, Azis Suraji, menegur tetangganya karena suara musik yang keras. Mediasi telah dilakukan beberapa kali, tetapi perjanjian yang dihasilkan terus dilanggar.
Artikel Terkait
Konflik Tetangga di Depok Berlangsung Sejak 2017, Korban Laporkan Teror ke Polisi
Pemkot Depok Siapkan Pengolahan Sampah Biologis di TPA Cipayung
Keluarga di Depok Jadi Korban Teror Tetangga, Akibat Salah Paham Candaan
Konflik dengan Tetangga di Depok Berujung Teror, Pagar Rusak hingga Ancaman Golok